RadenTV

Mengenal Lebih Dekat Patrik Schick, Calon Rekrutan Baru Juventus

radentv.com - Dua gelar domestik sudah dipastikan oleh skuad Juventus musim 2016/2017 ini. Gelar Coppa Italia disusul dengan scudetto Serie A berhasil diraih anak asuh Massimiliano Allegri. Selain itu, La Vecchia Signora juga masih berpeluang menambah trofi seiring lolosnya mereka ke final Liga Champions Eropa melawan Real Madrid 4 Juni mendatang di Millenium Cardiff.

Namun, raihan apik ini tidak membuat Juventus berpuas diri. Untuk menyongsong musim depan, dua rekrutan anyar dikabarkan segera merapat ke Vinovo -kamp latihan Juventus. Bek AC Milan, Mattia De Sciglio dan striker Sampdoria Patrik Schick. Nama terakhir, menurut media Genoa, Secolo XIX, akan segera menjadi pemain Juve dengan nilai transfer 25 juta Euro yang akan dibayar selama 2 tahun.

Patrik Schick saat melawan Juventus

Nampaknya, Mattia De Sciglio akan dijadikan suksesor bagi Lichsteiner dan Dani Alves yang sudah berkepala tiga. Sedangkan Schick akan dijadikan pelapis para tukang gedor Juventus.

Nama Schick mencuat di musim ini berkat performa apiknya bersama Blucerchiati -julukan Sampdoria. Datang dari Sparta Praha dengan mahar 4 juta Euro di awal musim ini, Schick langsung nyetel dengan gaya bermain anak asuh Marco Giampaolo.

Sampai dengan giornata 37 Serie A, Schick sudah menorehkan 11 gol dan 3 assist dari 31 penampilan dengan total menit bermain 1.414. Sedangkan di ajang Coppa Italia, dia ikut menyumbang 2 gol dari 3 pertandingan.

Pemain dengan postur 187 cm kelahiran 24 Januari 1996 ini cakap bermain di posisi penyerang utama ataupun second striker. Kelebihan pemain kidal ini, walaupun berpostur menjulang, kualitas dribbling-nya cukup ciamik. Sering bermain melebar di sisi lapangan, Schick akan membawa bola ke tengah melewati beberapa bek lawan untuk selanjutnya dieksekusi ataupun diumpan ke teman yang berposisi lebih menguntungkan.

Ingin tahu skill Schick dalam mengolah bola? Klik tautan di bawah ini:


Jika kita perhatikan sepintas, gaya main Schick mirip dengan Paulo Dybala. Gemar buka ruang dan ciptakan peluang.

Sedangkan kelemahan yang dimiliki Schick, walaupun berpostur tinggi besar, sangat jarang dia mencetak gol lewat kepala. Menurur Squawka, rasio menang duel udara atau aerial duel, hanya 47%.

Menarik ditunggu aksi pemuda asli didikan Sparta Praha ini. Akankah dia meneruskan jejak sang pendahulunya yang sama-sama berasal dari Rep. Ceko, Pavel Nedved atau Gianluca Vialli yang besar di Juve tapi mekar di Sampdoria?

Baca juga: Kebijakan Transfer Juventus dan Target Trofi Liga Champions
Manchester CityManchester UnitedChelsea



Pengen request streaming tim idola kamu di pertandingan selanjutnya? Klik https://radentv.com/request
Share

+1