RadenTV

Bernardeschi yang Ingin Menapak Jejak Baggio

Radentv.com - Ada satu hal yang selalu menarik untuk diikuti ketika pergantian musim seperti ini. Apa itu? Perpindahan pemain. Tiap tim akan berusaha memperbaiki skuat dengan mendatangkan amunisi-amunisi baru yang diharapkan akan menyempurnakan skuat guna meraih target di musim baru nanti.

Tak terkecuali bagi juara enam kali berturut-turut Serie A, Juventus. Raihan Scudetto dan Coppa Italia serta raihan runner-up Liga Champions Eropa musim 2016/2017 tidak membuat Max Allegri puas dengan skuat yang ada. Beberapa pos dirasa perlu ada perbaikan dan penambahan pemain guna menjaga kedalaman dan meningkatkan kualitas tim.

Dari sektor depan, Juventus sudah mengamankan tanda tangan rekrutan baru dari Sampdoria, Patrik Schick. Lini tengah, sudah ada Bentancur dan Orsolini. Sedangkan di lini belakang, Mattia Caldara dipulangkan dari Atalanta. Semua nama-nama ini berusia dibawah 22 tahun. Nampaknya Juventus memang menyiapkan mereka sebagai proyek masa depan.

Baca juga: Mengenal Lebih Akrab Patrik Schick, Striker Anyar Juventus

Keputusan mengejutkan tentang diputusnya kontrak Dani Alves membuat Juventus harus mencari amunisi baru untuk mengisi sektor kanan. Dani yang berposisi asli sebagai full back kanan kerap kali dipasang Allegri sebagai defensive winger kanan bergantian dengan Cuadrado. Perginya Alves dan keraguan terhadap performa Cuadrado yang angin-angin membuat Juventus mencari nama baru untuk posisi ini.

Winger Bayern Munchen asal Brasil, Douglas Costa sempat muncul. Namun hingga kini, kabar itu masih sebatas rumor. Perbedaan harga yang diminta Bayern dengan tawaran Juventus dan status Costa yang belum berpaspor Uni Eropa menjadi penghalang transfer pemain kidal ini.

Federico Bernardeschi

Nama lain muncul sebagai alternatif. Federico Bernardeschi. Italiano, muda, potensial, versatile tapi dianggap kemahalan. Winger kidal yang juga cakap bermain di posisi nomor 10 asal Fiorentina ini dikabarkan tertarik untuk menyeberang ke Juventus. Tapi lagi-lagi, kata sepakat belum tercapai antara Juve dan Fiorentina.

Seperti dikabarkan Football Italia, mahar sebesar 40 juta Euro plus 2 juta Euro sebagai bonus performa, sudah disiapkan Marotta. Tapi Fiorentina mematok harga tidak kurang dari 50 juta Euro, dengan rincian 40 juta sebagai biaya transfer dan 10 juta sebagai bonus performa.

Kabarnya lagi, Juve sudah menyiapkan nomor punggung 10 untuk Bernardeschi nanti. Nomor keramat yang pada musim lalu tak bertuan setelah kepergian Paul Labile Pogba ke Manchester United.

Terkait nomor punggung 10 ini, ada pro dan kontra di antara para Juventini. Apakah memang layak seorang pemain baru seperti Bernardeschi langsung memakai nomor keramat yang dulu dipakai para legenda Juventus seperti Michel Platini, Roberto Baggio, Alessandro del Piero hingga Carlos Tevez.
Banyak yang berpendapat Paulo Dybala lebih layak untuk mendapatkan nomor tersebut.


Terlepas dari faktor kelayakan, jika memang nantinya Bernardeschi jadi bergabung dengan La Vecchia Signora dan diganjar nomor 10, dia akan menapak jejak legenda Juventus dan Italia di awal dekade 90-an, Roberto Baggio.

Bursa transfer Serie A menjelang musim 1990-1991 mendadak memanas setelah Juventus membajak idola publik Florence, Roberto Baggio ke Turin. Mahar senilai 12 juta Euro disiapkan Juventus untuk memboyong Baggio ke Delle Alphi -kandang lama Juventus.

Kepergian Baggio ini ternyata memantik reaksi keras dari kubu suporter garis keras Fiorentina. Kerusuhan meledak. Tidak kurang dari 50 orang dilaporkan terluka akibat kerusuhan ini. Sudah menjadi rahasia umum bahwa publik Florence sangat membenci Juventus, begitu juga sebaliknya.

Tetapi yang menarik, amarah publik Florence ini hanya ditujukan kepada klub, bukan kepada Roby -panggilan Baggio. Fiorentina saat itu memang tidak punya banyak pilihan untuk menyelamatkan kondisi keuangan klub yang parah. Menjual bintang adalah pilihan yang cepat dan rasional.

Roberto Baggio

Selama berkarir di Juventus selama lima musim (1990-1995), Baggio mencetak total 78 gol dari 141 laga. Membantu Juventus meraih scudetto musim 1994-1995, Coppa Italia 1994-1995 dan Piala UEFA 1992-1993 serta berhasil menjadi Pemain Terbaik FIFA dan Ballon d'Or 1993.

Sulit memang membandingkan Roberto Baggio dengan Bernardeschi saat mereka masih di Fiorentina. Tetapi, jika melihat potensi yang dimiliki Bernardeschi dan jalan takdir yang 'mirip', jangan heran kalau dua atau tiga musim nanti Bernardeschi akan menjadi idola baru Juventini.
Manchester CityManchester UnitedChelsea



Pengen request streaming tim idola kamu di pertandingan selanjutnya? Klik https://radentv.com/request
Share

+1