Kemandulan Cristiano Ronaldo Segera Berakhir


Kemandulan CR7 akan segera berakhir

radentv.com - Serie A musim 2018/2019 telah menyelesaikan dua giornata. Pada periode itu pula, Juventus yang merupakan juara bertahan sukses mengumpulkan poin sempurna dengan selalu mengalahkan lawan-lawannya yakni Chievo Verona (3-2) dan Lazio (2-0).

Juventini di manapun berada, tentu merasa gembira dengan start brilian yang dilakukan oleh klub kesayangannya. Paling tidak, keseriusan I Bianconeri, julukan Juventus untuk kembali menahbiskan diri sebagai klub nomor satu di Italia, tetap terlihat.

Meski begitu, terdapat ganjalan minor di tubuh Juventus kendati performa mereka cukup meyakinkan. Apalagi kalau bukan masih mandulnya sang megabintang yang baru saja direkrut dari Real Madrid, Cristiano Ronaldo.

Biaya senilai 100 juta euro digelontorkan Juventus guna mengamankan jasa Ronaldo. Transfer ini pun dinilai khalayak sebagai cara I Bianconeri menyudahi kekeringan gelar mereka di kancah Eropa, apalagi kalau bukan trofi Liga Champions.

Namun dengan nominal selangit seperti itu, Juventini dan para penggemar sepak bola dunia jelas ingin melihat bagaimana kiprah Ronaldo di Serie A. Sebuah pertanyaan umum pun mengemuka, sanggupkah ia mengulang performa di Liga Primer Inggris (bareng Manchester United) atau La Liga Spanyol (dengan Madrid) dahulu?


Selalu dimainkan Massimiliano Allegri sebagai starter di dua pertandingan perdana Juventus musim ini pada ajang Serie A, ketajaman Ronaldo malah belum kelihatan. Dalam tempo 180 menit (Ronaldo selalu bermain penuh), gawang Chievo dan Lazio tidak berhasil ia getarkan. Seolah-olah, Ronaldo kehilangan tajinya akibat kesolidan lini belakang I Gialloblu maupun I Biancoceleste.

Terakhir, saat berjumpa Lazio dan memiliki peluang emas buat mencetak gol karena gawang sudah kosong, Ronaldo justru gagal mengeksekusi bola dengan sempurna. Untungnya, bola yang luput dari sepakannya jatuh ke Mario Mandzukic yang sukses mengonversinya dengan apik.

Gagal mencetak gol di sepasang laga pertamanya tentu terasa aneh buat Ronaldo. Namun mengingat ia baru menjalani momen singkat berkostum Juventus, ditemani kawan-kawan anyar sekaligus racikan strategi khas Allegri yang mesti dipelajarinya lagi, kemandulan Ronaldo masih bisa dimaklumi.

Serie A memiliki kultur dan gaya permainan yang berbeda dibanding Liga Primer Inggris maupun La Liga Spanyol. Kecepatan dan kekuatan fisik Ronaldo saja takkan mampu membuat segalanya jadi lebih mudah. Tak peduli bahwa di Juventus, Ronaldo punya rekan-rekan yang dahulu pernah bermain dengannya seperti Sami Khedira.

Serie A, walau sering dicibir penggemar Liga Primer Inggris dan La Liga Spanyol tak sekompetitif dua kompetisi tersebut, tetap memiliki tantangan yang kompleks bagi Ronaldo. Apalagi Juventus adalah team to beat di Italia sehingga banyak kesebelasan yang punya hasrat besar untuk menghempaskan mereka.

Sebagai pendatang baru, Ronaldo pasti membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan segala hal anyar yang ditemuinya di Negeri Spaghetti. Akan sangat mustahil untuk melihat dirinya bisa langsung mencetak banyak gol buat I Bianconeri di Serie A.

Menariknya, dari statistik selama tiga musim terakhir membela Madrid, Ronaldo punya kesulitan tersendiri buat menggelontorkan gol pada sepasang laga awal.

Di musim 2015/2016, gol pertama Ronaldo di La Liga Spanyol baru tercipta di pekan ketiga saat berjumpa Espanyol. Hal serupa, terulang di musim 2016/2017 manakala jaring gawang Osasuna jadi yang pertama dirobeknya. Sementara di musim 2017/2018, Ronaldo bahkan memerlukan delapan jornada (versus Getafe) untuk mencatatkan namanya di papan skor.

Lebih menarik lagi, setelah paceklik golnya tuntas, keran gol Ronaldo seolah tiada habisnya. Seperti yang sama-sama kita ketahui, dalam rentang tiga musim itu, koleksi gol Ronaldo di La Liga Spanyol mencapai 35 gol, 25 gol dan 26 gol. Jumlah yang sungguh luar biasa, bukan?

Layaknya di United atau Madrid dahulu yang ditemani nama-nama berkualitas semisal Ryan Giggs, Wayne Rooney, Gareth Bale, dan Luka Modric, Ronaldo pun memiliki sosok-sosok brilian yang akan menopangnya selama di Juventus. Mulai dari Federico Bernardeschi, Douglas Costa, Paulo Dybala sampai Mandzukic. Keempat nama itu diyakini bakal mempermudah pekerjaan Ronaldo dalam mencetak gol di Serie A.

Situasi kurang oke yang dialami Ronaldo membuat perhatian khalayak terarah padanya. Meski begitu, dengan mentalitas ciamik yang dimilikinya, kendala seperti ini pasti takkan mengganggu fokus Ronaldo dalam bermain. Sebaliknya, tekanan yang ada justru bisa membuat performanya meningkat secara signifikan.

Saya pun yakin, cepat atau lambat, Ronaldo akan membukukan banyak gol di Serie A sekaligus menyaingi predator-predator ganas macam Gonzalo Higuain (AC Milan), Mauro Icardi (Internazionale Milano), dan Ciro Immobile (Lazio) guna bertarung memperebutkan predikat capocannoniere sembari mengantar I Bianconeri meraup prestasi gemilang di musim ini.

***

Oleh: Meido AP. A man who believe that, believe over hope. 240291. Biasa mangkal di @dsmap_
Share

+1