Napoli yang Patut Diwaspadai


Napoli yang Patut Diwaspadai

radentv.com - Gol semata wayang Kalidou Koulibaly di menit 90’ pada laga giornata ke-34 Serie A musim 2017/2018 kemarin sukses mengantar Napoli mereguk kemenangan dari Stadion Allianz, kandang Juventus. Hasil manis itu pun menipiskan jarak kedua tim yang tengah berduel memperebutkan titel Scudetto.

Akan tetapi, kemenangan tersebut bikin tifosi Napoli bereuforia secara berlebihan. Alih-alih tetap membumi dan mati-matian memepet Juventus, mereka justru berpesta pora. Sialnya, hal itu mendatangkan dampak negatif bagi skuat I Partenopei, julukan Napoli sebab di laga berikutnya versus Fiorentina, mereka tumbang sehingga tercecer dan tak sanggup lagi mendekati La Vecchia Signora.

Kegagalan Dries Mertens dan kolega sejatinya cukup disayangkan oleh mayoritas penggemar Serie A. Upaya buat menurunkan Juventus dari tahtanya sebagai penguasa divisi teratas di Negeri Spaghetti selama enam musim beruntun (Giorgio Chiellini dan kawan-kawan akhirnya beroleh gelar Scudetto ketujuh di pengujung musim 2017/2018), pupus sudah.

Bersamaan dengan jebloknya penampilan AC Milan dan Internazionale Milano, Napoli serta AS Roma memang melejit sebagai penantang terkuat Juventus di Serie A. Namun nahas, berbagai usaha yang dilakukan keduanya, terlebih I Partenopei, untuk menjungkalkan La Vecchia Signora dari tahtanya senantiasa nirhasil.

Sadar bahwa mereka butuh banyak pembenahan, Aurelio De Laurentis sebagai presiden klub pun menempuh satu langkah mengejutkan. Pelatih yang membawa Napoli tampil eksepsional dalam beberapa musim pamungkas, Maurizio Sarri, diizinkannya pergi dari Stadion San Paolo untuk bergabung dengan klub Inggris, Chelsea.

Sebagai pengganti Sarri, De Laurentiis kemudian menunjuk sosok legendaris dan penuh pengalaman, Carlo Ancelotti. Oleh sebagian pihak, manuver I Partenopei tersebut dinilai sangat brilian. Tangan dingin, pengalaman dan mental juara yang dipunyai sang juru taktik diyakini sanggup membawa Napoli ke level yang lebih tinggi.


Walau harus kehilangan Jorginho (ke Chelsea) dan Pepe Reina (AC Milan), manajemen klub bergerak cukup lincah di bursa transfer. Nama-nama semisal Kevin Malcuit, Alex Meret, David Ospina, Fabian Ruiz, dan Simone Verdi diboyong sebagai pengganti sepadan.

Ketimbang Juventus yang merekrut Leonardo Bonucci, Emre Can, dan Cristiano Ronaldo, Inter yang mencaplok Radja Nainggolan dan Stefan de Vrij atau Milan yang mendaratkan Mattia Caldara serta Gonzalo Higuain, transfer I Partenopei jelas kalah mentereng.

Meski begitu, pihak manajemen dan Ancelotti sendiri tetap yakin bahwa transaksi yang mereka lakukan sudah sesuai dengan kebutuhan tim. Apalagi sejumlah pilar macam Raul Albiol, Marek Hamsik, Lorenzo Insigne, Koulibaly, dan Mertens masih bertahan.

Mengombinasikan kepiawaian para penggawa lawas dan tenaga segar dari rekrutan baru adalah misi utama Ancelotti sepanjang pra-musim. Lewat proses itu pula, eks allenatore Bayern M√ľnchen, Paris Saint-Germain dan Real Madrid itu bakal menemukan racikan strategi yang paling pas untuk Napoli.
Usai menjalani laga pra-musim dengan cukup prima, I Partenopei anyar di bawah kendali Ancelotti pun memperlihatkan aksi-aksi eksotisnya pada sepasang laga Serie A 2018/2019.

Bertandang ke markas Lazio di giornata pembuka (19/8), Napoli berhasil mengejutkan khalayak lantaran sukses mencuri kemenangan. Gol Ciro Immobile di menit 25’ sanggup dibalas Arkadiusz Milik dan Insigne pada menit 47’ serta 59’. Comeback tersebut dianggap sangat brilian oleh para pengamat.

Saat beroleh giliran main di kandang versus Milan dini hari kemarin (26/8) pada giornata kedua, Napoli kembali mempertontonkan aksi ciamiknya. Ketinggalan lebih dulu akibat gol Giacomo Bonaventura dan Davide Calabria, I Partenopei mampu comeback fantastis dengan membalasnya sebanyak tiga kali lewat suntingan Piotr Zielinski (dwigol) dan Mertens.

Mencatatkan kemenangan via comeback bukanlah pekerjaan sepele dan Napoli justru sanggup melakukannya secara heroik. Dua hasil maksimal yang mereka dicatatkan oleh tim besutan Ancelotti itu bikin mereka bertengger di posisi dua klasemen sementara. Tepat di bawah Juventus yang juga mengepak poin sempurna sebanyak dua kali.

Selain membenahi permainan Napoli agar semakin pilih tanding, menularkan mental juara adalah kewajiban lain yang dilakukan Ancelotti kepada skuatnya. Pasalnya, kegagalan demi kegagalan yang dirasakan Mertens dan kolega dalam kurun beberapa musim terakhir, disinyalir sebagai akibat dari kurang kuatnya mental mereka, khususnya saat menghadapi fase-fase krusial dalam perebutan gelar juara.

Kendati terlalu awal untuk menyebut bahwa I Partenopei sudah berkembang jadi tim yang lebih komplet di bawah racikan Ancelotti, tapi menyaksikan performa yang mereka tunjukkan di sepasang laga pembuka benar-benar memunculkan decak kagum. Terlebih, Lazio dan Milan adalah tim dengan kualitas luar biasa.

Daripada menyebut AS Roma, Milan atau Inter sebagai calon lawan terkuat Juventus dalam perebutan Scudetto musim ini, publik sepatutnya lebih mewaspadai gerak-gerik Napoli yang tampak semakin mengerikan di bawah asuhan Ancelotti.

Penampilan dan pendekatan mereka dalam mengarungi musim kompetisi kali ini, takkan senaif kala diasuh Rafael Benitez atau Sarri. Bersama Ancelotti, I Partenopei memiliki potensi untuk terbang lebih tinggi lagi alias merebut trofi.

***

Oleh: Budi Windekind. Menggilai sepakbola layaknya gadis-gadis menggemari drama Korea. Bisa dihubungi via Twitter @Windekind_Budi

Share

+1