Parma Kembali Bukan untuk Sekadar Pamer Jersey



Parma 2018/2019

radentv.com - Bagi kesebelasan kasta bawah di liga manapun, kesuksesan beroleh tiket promosi adalah pencapaian yang amat fantastis. Perasaan bangga, gembira dan syukur pasti meletup-letup di dalam dada. Hal seperti ini pulalah yang dirasakan seluruh elemen di tim asal Italia, Parma.

Namun demikian, wajib disadari juga bila keberhasilan naik divisi acapkali melenakan sehingga membuat siapa saja yang menyandangnya lupa daratan. Kekhawatiran serupa, jelas merongrong dada tifosi setia Parma. Menyaksikan klub kesayangan mereka tampil paripurna di Serie A 2018/2019 adalah pengharapan tak terperi.

Berkaca dari situasi tersebut, manajemen I Gialloblu -julukan Parma, pun tak tinggal diam. Berbagai usaha penguatan tim terus dilakukan. Sampai tulisan ini dibuat, Parma telah merekrut sembilan penggawa anyar, baik dengan status permanen ataupun pinjaman.

Nama-nama senior macam Bruno Alves, Jonathan Biabiany, Massimo Gobbi, Luca Rigoni, dan Luigi Sepe diharapkan mampu menularkan pengalaman mereka kepada mayoritas skuat Parma yang baru pertama kali mencicipi atmosfer Serie A.

Sementara sosok layaknya Alessandro Bastoni, Federico Dimarco, dan Leo Stulac didatangkan guna memberi energi tambahan mengigat usia mereka yang masih belia.

Walau pemain-pemain anyar yang didatangkan tidak masuk kategori bintang, kubu manajemen tentu berharap jika Roberto D’Aversa sebagai juru latih tetap bisa mengombinasikan nama-nama di atas dengan para penggawa lawas I Gialloblu seperti Antonino Barilla, Yves Baraye, dan Pierluigi Frattali supaya Parma memiliki laju apik di Serie A musim 2018/2019.

“Kami bekerja amat keras sepanjang pra-musim walau sejumlah pemain terpaksa absen karena masih cedera. Namun secara keseluruhan, kami sudah mempersiapkan segalanya dengan baik. Hal paling fundamental adalah target kami di pengujung musim. Jika determinasi, dan fokus kami terjaga, lolos dari jerat relegasi bukanlah kemustahilan”, terang D’Aversa seperti dikutip dari situsweb resmi Parma.

Beberapa waktu lalu, I Gialloblu juga sudah merilis sepasang kostum, masing-masing seragam tandang dan ketiga yang akan mereka pakai guna berkampanye di musim 2018/2019.


Oleh banyak kalangan, dua baju perang bikinan apparel Errea itu dianggap sangat fantastis karena memiliki desain serta corak yang sisi estetisnya begitu paripurna. Bagi para kolektor jersey, sepasang kostum ini bahkan dimasukkan ke dalam kategori wajib dipunyai.

Mentas lagi di Serie A adalah berkah luar biasa yang sukses dipetik Parma. Selagi punya kesempatan berjuang, hal itu pasti takkan mereka sia-siakan begitu saja.


I Gialloblu jelas ogah mengikuti jejak negatif yang ditorehkan klub-klub promosi lainnya semisal Benevento dan Hellas Verona di musim 2017/2018 atau Pescara di musim 2016/2017 yang langsung terdegradasi usai naik kasta.

Frattali dan kawan-kawan kembali ke Serie A tidak untuk sekadar pamer jersey memesona kepunyaan mereka. Parma, walau masih dalam kondisi belum sempurna, tentu ingin memperlihatkan penampilan gagah dan terbaik.

Pasalnya cuma dengan cara itu sajalah, ambisi mereka untuk bercokol lama di kasta teratas sembari melanjutkan rivalitas dengan tim-tim seperti AC Milan, AS Roma, Fiorentina, Internazionale Milano, Juventus, dan Lazio (anggota Il Sette Magnicifo) dapat terwujud. Lebih jauh, nama besar mereka sebagai salah satu tim legendaris Italia, khususnya di era 1990-an, juga bisa dipulihkan kembali.

#ForzaParma

***

Oleh: Budi Windekind. Menggilai sepakbola layaknya gadis-gadis menggemari drama Korea. Bisa dihubungi via Twitter @Windekind_Budi
Share

+1