Kemesraan Mauro Icardi dengan Gawang Fiorentina dan Pekerjaan Rumah yang Menanti


Rekor gol Mauro Icardi vs Fiorentina

radentv.com - Selalu diandalkan sebagai ujung tombak, Mauro Icardi justru memperlihatkan performa jeblok dalam beberapa pertandingan terakhirnya di kancah Serie A musim 2018/2019. Alhasil, rekening golnya pun macet dan masih setia pada angka nol.

Akan tetapi, paceklik gol yang dialami sosok asal Argentina tersebut akhirnya patah dini hari tadi (26/9) saat Internazionale Milano berhasil membekap tamunya, Fiorentina, lewat kedudukan tipis 2-1.

Diturunkan sejak awal, Icardi lagi-lagi diinstruksikan oleh Luciano Spalletti untuk banyak bergerak di area sepertiga akhir permainan lawan. Sang pelatih jelas ingin mengeksploitasi kelebihan sang pemain yang memang amat berbahaya ketika mendapat ruang di kotak penalti. Padahal, skema yang membuat Icardi cenderung statis ini sudah berulangkali dikritik Interisti.

Benar saja, selama hampir 35 menit pertandingan di babak pertama, Icardi yang selalu dikawal ketat oleh bek-bek Fiorentina, seolah jadi kartu mati dalam fase menyerang I Nerazzurri. Terlebih, dukungan dari Antonio Candreva, Radja Nainggolan dan Ivan Perisic yang berdiri di belakangnya, acapkali kurang maksimal sebab mudah dipatahkan penggawa La Viola.

Walau demikian, kesemenjanaan yang Icardi perlihatkan mulai terkikis usai mencetak gol ke gawang Fiorentina lewat sepakan penalti pada menit ke-45. Inter sendiri beroleh keuntungan tersebut setelah Victor Hugo melakukan handball di area terlarang ketika menghalangi usaha Candreva mengirim umpan silang.

Berdasarkan statistik yang dihimpun dari Opta, gol tersebut jadi torehan kesebelas Icardi ke gawang La Viola sekaligus menahbiskan tim yang berkandang di Stadion Artemio Franchi itu sebagai tim yang paling sering dibobol Icardi pada kancah Serie A. Ya, Icardi seolah punya kemesraan tersendiri dengan jala Fiorentina.
Keberhasilan membuka rekening gol, jelas memotivasi Icardi buat menambahnya secara langsung dalam partai ini. Namun sejumlah usaha dari peluang-peluang yang didapatkan eks penggawa Sampdoria tersebut di sisa waktu yang ada, senantiasa gagal menemui sasaran.

Namun sosok berusia 25 tahun itu memberi bukti kepada Interisti jikalau dirinya pun mampu memberi kontribusi nyata selain gol buat I Nerazzurri. Di saat tekanan kepada Inter semakin intens gara-gara Fiorentina mencetak gol penyeimbang, Icardi sukses melepas satu asis manis kepada D’Ambrosio yang merangsek ke area depan guna mencetak gol kemenangan pada menit ke-77.

“Seperti biasa, media sosial dan jurnalis berbicara terlalu banyak. Aku gagal mencetak gol di empat laga Serie A dan mereka mulai merisak. Namun aku tidak khawatir sebab hal ini lazim terjadi. Aku tetap tenang dan terus bekerja keras”, pungkas Icardi seperti dikutip via footballitalia.

Meski butuh waktu cukup lama untuk menyudahi penantian tersebut, gol penalti Icardi versus La Viola tentu melambungkan asa bahwa fase ketajamannya siap dimulai kembali sehingga memberi banyak benefit untuk laju I Nerazzurri di partai-partai berikutnya.

Namun bermodal status bintang andalan di sektor depan, kesuksesan Icardi mencetak gol perdananya di Serie A justru mendatangkan segudang pekerjaan rumah untuk dirinya selesaikan segera. Mulai dari memperbaiki kekompakan dengan trio Candreva, Nainggolan dan Perisic, melatih sisi klinisnya kala mendapat peluang serta lebih berkontribusi dalam permainan kolektif tim.

Kalau poin-poin tersebut berhasil diimplementasikan Icardi secara apik, niscaya performanya akan terus meningkat seiring waktu sehingga Inter beroleh keuntungan berlipat ganda (jadi lebih efektif dan tajam buat memburu gol dalam setiap fase menyerang) tatkala bertanding pada seluruh kompetisi yang mereka ikuti. Alhasil, baik Icardi sendiri, Spalletti, I Nerazzurri maupun Interisti bakal tersenyum bahagia sepanjang waktu.

***

Oleh: Budi Windekind. Menggilai sepakbola layaknya gadis-gadis menggemari drama Korea. Bisa dihubungi via Twitter @Windekind_Budi

Share

+1