Lini Belakang AC Milan Mengkhawatirkan


Lini belakang AC Milan mengkhawatirkan

radentv.com - Stadion Carlo Castellani di kota Empoli, menjadi saksi manakala tim tuan rumah berhasil menahan imbang AC Milan dengan skor 1-1 pada lanjutan giornata keenam Serie A 2018/2019 dini hari tadi (28/9).

Bagi Azzurri (julukan Empoli), torehan ini lumayan apik mengingat kualitas skuat mereka jauh di bawah sang tamu. Terlebih, mereka tampil dengan status tim yang baru promosi dari Serie B. Di sisi seberang, raihan satu angka jelas tidak ideal buat I Rossoneri (julukan AC Milan) karena sedari awal, mereka mengincar tripoin dari partai ini guna merangsek ke papan atas klasemen.

“Kami bukan tim yang efisien dalam memanfaatkan peluang. Kami harus berkembang, mengurangi kesalahan-kesalahan elementer (gol Empoli via titik putih didapat gara-gara blunder Alessio Romagnoli) dan terus bekerja keras”, papar pelatih Milan, Gennaro Gattuso, seperti dilansir footballitalia.

Lebih jauh, catatan ini pun jadi hasil seri ketiga beruntun yang diperoleh anak asuh Gattuso dalam tiga giornata pamungkas. Sebelumnya, Romagnoli dan kolega juga berbagi angka dengan Cagliari (16/9) dan Atalanta (23/9).

Masih terseok-seoknya I Rossoneri di papan bawah klasemen sementara tentu mengganggu mood tifosi setianya, Milanisti. Bagaimana tidak, segala pembenahan yang telah dikebut sejak libur kompetisi lalu tak kunjung memperlihatkan hasil impresif. Maka tak perlu heran bila Milanisti akan terus mengkritik klub kesayangannya, termasuk menggoyang posisi Gattuso sebagai ahli taktik.

Dari sekian masalah yang tengah berkelindan di tubuh Milan, sektor pertahanan wajib diberi perhatian khusus. Pasalnya, lini belakang yang sering digawangi Davide Calabria (bek kanan), Mateo Musacchio dan Romagnoli (bek tengah), Diego Laxalt atau Ricardo Rodriguez (bek kiri), masih mudah dieksploitasi lawan.

Padahal selama bursa transfer musim panas kemarin, I Rossoneri mendatangkan beberapa nama anyar layaknya Mattia Caldara, Laxalt dan Ivan Strinic sebagai cara memperkuat lini belakang walau kehilangan figur berpengalaman sekelas Leonardo Bonucci.

Presensi mereka sebagai benteng di depan Gianluigi Donnarumma yang berdiri di bawah mistar tidak betul-betul membuat sang kiper merasa aman dan nyaman. Berdasarkan statistik yang dihimpun dari Opta, Milan adalah satu-satunya kesebelasan Serie A yang belum pernah mencatatkan cleansheet musim ini.


Ditinjau dari sisi manapun, realita semacam itu pasti amat menyebalkan. Tak hanya bagi Milan sendiri tapi juga seluruh Milanisti di penjuru Bumi. Bagaimanapun juga, pertahanan yang kokoh merupakan salah satu kunci raihan hasil positif. Tidak kebobolan sama artinya dengan memperbesar peluang sebuah tim untuk beroleh angka (lebih-lebih kemenangan).

Legenda I Rossoneri di era 2000-an, Alessandro Nesta, bahkan pernah mengungkapkan jika ia lebih senang timnya menang dengan kedudukan akhir 1-0 sebanyak sepuluh kali daripada menang dengan skor 4-3 dari satu laga saja.

Menurut Nesta, dengan tetap perawannya gawang Milan, para bek sudah menunjukkan kapasitas terbaik mereka sebab lawan tak kuasa membongkarnya sekaligus memudahkan tugas pemain tengah ataupun depan guna mencetak angka.

Dari lima pertandingan yang sudah dilakoni Milan pada Serie A musim ini, jala mereka sudah bergetar sebanyak delapan kali atau punya rerata 1,6 kali kebobolan dari setiap pertandingan. Buruk? Tentu saja!

Sebagai pelatih, Gattuso kudu sesegera mungkin memperbaiki kebocoran di lini belakang tim asuhannya. Baik dengan mengubah komposisi pemain atau mengganti sistem permainan sehingga kerapuhan di area pertahanan I Rossoneri dapat diobati agar tim asuhannya betul-betul meraih hasil positif di atas lapangan.

Membiarkan masalah ini berlarut-larut, sama artinya dengan menjerumuskan Milan ke titik nadir. Di sisi lain, hal tersebut juga memperbesar peluang pihak manajemen untuk menyudahi kerja sama dengan Gattuso.

***

Oleh: Budi Windekind. Menggilai sepakbola layaknya gadis-gadis menggemari drama Korea. Bisa dihubungi via Twitter @Windekind_Budi

Share

+1