Saatnya Meneruskan Momentum, Inter!


Review Inter Milan vs Tottenham Hotspur

radentv.com - Sempat tertinggal oleh gol Christian Eriksen di menit 53’ sehingga Tottenham Hotspur memimpin, Internazionale Milano yang didukung tifosi fanatiknya di Stadion Giuseppe Meazza berhasil melakukan comeback fantastis guna memetik kemenangan usai mencetak sepasang gol via Mauro Icardi dan Matias Vecino, masing-masing pada menit 85’ dan 92’ dini hari tadi (19/9).

Pasca-absen selama bertahun-tahun dari kompetisi antarklub Eropa kelas wahid ini, kemenangan dari The Lilywhites (julukan Tottenham) punya makna yang luar biasa untuk La Beneamata. Paling tidak, raihan ini bisa membuat mereka lebih yakin buat mengerahkan segeap kemampuan tatkala berkampanye di Benua Biru.

“Mencatatkan comeback guna merebut tiga angka di menit-menit akhir terasa amat spesial. Kemenangan ini bak suntikan tenaga ekstra agar kami terus bekerja keras dan tampil lebih baik”, ujar Luciano Spalletti, pelatih Inter, seperti dilansir dari footballitalia.

Lebih jauh, hasil manis kontra Tottenham juga dapat mengerek kepercayaan diri Inter yang sedang anjlok akibat performa kurang apik di pekan-pekan awal Serie A 2018/2019.

Dari empat laga yang sudah dijalani Inter Milan di Serie A, mereka masih tertahan di peringkat ke-15 bermodal empat poin hasil dari masing-masing sebiji kemenangan dan imbang plus dua kali tumbang.

Gara-gara itu pula, Interisti lembek dan rewel yang tahunya cuma menuntut raihan angka sempurna serta mengabaikan berbagai proses jatuh dan bangun yang mesti dilalui anak asuh Luciano Spalletti terlebih dahulu, memberondong Inter dengan caci maki.

Lewat akun media sosial, mereka pun mulai menggemakan tanda pagar #SpallettiOut sebagai isyarat bahwa kemampuan pelatih berusia 59 tahun itu dianggap tidak mumpuni. Sebuah mentalitas yang sejatinya layak dipertanyakan.

Belum maksimalnya penampilan La Beneamata sebagai unit adalah sesuatu yang wajar. Masuknya beberapa penggawa anyar seperti Kwadwo Asamoah, Radja Nainggolan, Matteo Politano hingga Stefan de Vrij bikin Spalletti sebagai juru taktik wajib membuat sejumlah penyesuaian.

Sampai di sini paham, Interisti lembek dan rewel?

Asal tahu saja, aneka perubahan yang dilakukan Spalletti semata-mata untuk mengeluarkan kualitas terbaik dari Icardi dan kawan-kawan. Konyol jika ada yang menyebut itu adalah cara lelaki berkepala plontos tersebut sebagai sesuatu yang sia-sia dan melemahkan tim asuhannya.

Bagaimana memadukan de Vrij dengan Joao Miranda atau Milan Skriniar sebagai palang pintu, membuat Asamoah jadi figur kokoh sekaligus berbahaya di pos bek kiri, menemukan peran dan tugas paling tepat untuk Nainggolan dan Politano di area tengah senantiasa meletup-letup di kepala Spalletti.

Apakah Interisti lembek dan rewel yang maunya cuma menang, menang, dan menang juga memikirkan hal-hal detail seperti itu buat menghargai arti sebuah proses? Sudah pasti tidak!

Selepas pertandingan kontra The Lilywhites, Inter sudah ditunggu tiga laga esensial di Serie A. Masing-masing versus Sampdoria (23/9), Fiorentina (26/9) dan Cagliari (30/9). Kalau ingin bangkit supaya tidak makin tertinggal dari para rival, Icardi dan kolega wajib menyapu bersih semua partai.

Momentum positif berupa kemenangan di matchday perdana Liga Champions 2018/2019 kudu diteruskan dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Walau harus disadari juga bahwa di tengah-tengah upaya tersebut, pasti terselip kesulitan-kesulitan yang menunggu dan wajib ditaklukkan.

Bersamaan dengan segala usaha yang sedang dikebut untuk menemukan bentuk permainan terbaik, sudah waktunya bagi Inter untuk secara perlahan menyumpal mulut para haters dan suporternya sendiri yang lembek serta rewel karena tak mau menghargai arti sebuah proses.

***

Oleh: Budi Windekind. Menggilai sepakbola layaknya gadis-gadis menggemari drama Korea. Bisa dihubungi via Twitter @Windekind_Budi

Share

+1