Juventus Tidak Tak Terbendung


Juventus Tidak Tak Terbendung

radentv.com - Menang, menang, menang, menang, menang, menang, menang, dan menang. Ya, saya tidak salah atau berlebihan dalam menulis kata menang sebab jumlahnya sesuai dengan torehan milik Juventus pada awal musim Serie A 2018/2019. Deretan rekor ini akan bertambah menjadi sepuluh jika dua kemenangan di fase grup Liga Champions juga ikut terhitung.

Dari delapan giornata yang sudah dilakoni, Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan memang sukses membungkam seluruh lawannya. Mulai dari Chievo Verona, Lazio, Parma, Napoli sampai Udinese.
Walau hasil-hasil gemilang itu tak selalu dibukukan lewat cara yang mudah, tapi I Bianconeri sudah membuktikan kepada para rival akan kualitas paripurna mereka guna menciduk Scudetto kedelapan secara beruntun.

Namun akhirnya, laju cepat Ronaldo dan kawan-kawan tersendat di tangan Genoa dini hari tadi (21/10). Bermain di kandang sendiri, I Bianconeri ditahan imbang dengan skor 1-1 setelah gol Ronaldo pada menit ke-18 berhasil disamakan oleh Daniel Bessa di menit ke-67.

Meski gagal memetik poin sempurna, Juventus masih duduk nyaman di puncak klasemen via koleksi 25 angka. Berdasarkan klasemen per hari ini (21/10), tim asuhan Massimiliano Allegri mengantongi keunggulan 4 poin dari Napoli yang menguntit di posisi kedua.

Jelang pertandingan Juventus, gelandang andalan Genoa, Romulo, sempat mengutarakan bahwa laga di Stadion Allianz senantiasa berjalan sulit bagi kubu tamu.

“Stadion Allianz adalah arena yang sukar ditaklukkan karena setiap kali berlaga di depan suporter fanatiknya, Juventus berubah layaknya monster. Namun saya ingin sekali bisa membawa Genoa menang di sana”, ungkap figur 31 tahun itu kepada footballitalia.

Apa yang diimpikan Romulo memang tak terwujud karena I Rossoblu cuma pulang dengan sebiji poin. Akan tetapi, keberhasilan Genoa mencuri poin bisa jadi sebuah rujukan bagi tim-tim yang ingin berlomba atau bahkan memutus dominasi Juventus di Serie A bahwa I Bianconeri tidak tak terbendung.

Memaksimalkan setiap pertemuan langsung dengan Juventus adalah cara paling sempurna buat menjegal langkah mereka. Lewat racikan strategi yang tepat, hal semacam itu tidak mustahil diimplementasikan. Genoa sudah membuktikan hal tersebut.

Namun perlu diingat bahwa hasil positif atas Ronaldo dan kawan-kawan tak boleh menghadirkan euforia berlebih jika itu belum menentukan raihan gelar. Tifosi Serie A pasti ingat bagaimana sendunya kisah Napoli di musim lalu, bukan? Selepas menekuk Juventus di Stadion Allianz mereka berpesta pora seakan-akan telah menggenggam titel Scudetto. Padahal kemenangan itu hanya memperkecil selisih poin mereka saja dari I Bianconeri.

Euforia berlebihan itu sendiri bikin I Partenopei melayang kelewat tinggi sehingga lupa daratan. Akibatnya, mereka justru hilang arah (gara-gara kalah di partai lain) dan kepayahan untuk mengejar Juventus yang sudah tancap gas lagi. Ironis dan memalukan, bukan?

Bak sebuah hukum mutlak, tim-tim yang punya hasrat besar untuk bersaing dengan I Bianconeri juga tak boleh kehilangan poin dengan mudah saat berjumpa kesebelasan lain sebab sekali saja Juventus membejek gas, mereka pantang buat mengerem atau menengok ke belakang.

Mengerahkan segenap kemampuan terbaik setiap waktu, tak menyia-nyiakan peluang sekecil apapun (baik dalam pertandingan melawan Juventus atau kontestan lain) dan senantiasa membumi adalah modal paling berharga guna bersaing dengan Ronaldo dan kawan-kawan.

Tak mampu melakukannya secara apik? Pendam dalam-dalam hasrat untuk mendongkel Juventus dari tahtanya karena titel Serie A di pengujung musim pasti kembali ke pelukan I Bianconeri.

***

Oleh: Budi Windekind. Menggilai sepakbola layaknya gadis-gadis menggemari drama Korea. Bisa dihubungi via Twitter @Windekind_Budi

Share

+1