Benahi Sektor Pertahananmu, Milan!


Benahi Sektor Pertahananmu, Milan!

radentv.com - Mengusung ambisi menang di Derby della Madonnina kontra Internazionale Milano dini hari tadi (22/10), AC Milan justru keluar sebagai pihak yang tersedu-sedu di pengujung laga. Gol semata wayang Mauro Icardi pada menit ke-92, sudah lebih dari cukup untuk menaklukkan Alessio Romagnoli dan kolega.

Kekalahan ini adalah yang kedua dari sembilan giornata yang sudah berlangsung pada musim 2018/2019 bagi Milan (mereka masih menyimpan satu partai tunda kontra Genoa).

“Kami sungguh kecewa dengan kekalahan ini. Rasanya menyakitkan. Namun kami harus segera bangkit karena laga selanjutnya telah menanti”, papar Gennaro Gattuso, pelatih Milan, seperti dirilis via laman resmi klub.

Ditengok dari sisi manapun, hal itu tampak kurang prima mengingat tim asuhan Gattuso tengah mengemban misi kembali ke papan atas dan bersaing di zona Liga Champions usai terseok-seok di musim kemarin.

Inkonsistensi performa Milan pada musim ini pun telah dibedah oleh berbagai pihak. Hasilnya, ada cukup banyak kelemahan yang terlihat dari Romagnoli dan kawan-kawan. Satu yang paling kentara tentulah keroposnya lini pertahanan Milan.

Dari delapan pertandingan yang sudah dimainkan Milan, mereka tak sekalipun mencatatkan cleansheet. Hal ini menjadi bukti kalau sektor pertahanan yang digalang Donnarumma, Musacchio, dan Romagnoli, masih gampang diobok-obok lawan.

Bak sebuah hukum mutlak, senantiasa kebobolan tentu mempersulit pekerjaan Romagnoli dan kawan-kawan untuk sekadar mencuri satu poin (dengan bermain imbang) atau mengeruk tiga poin sekaligus (mengalahkan pihak lawan) dari sebuah laga.

Catatan muram ini bahkan menjadikan I Rossoneri sebagai satu-satunya tim Serie A yang belum pernah mengukir cleansheet pada musim 2018/2019. Ya, untuk urusan yang satu ini, Milan justru inferior di hadapan klub-klub penghuni zona merah semisal Chievo Verona, Empoli, dan Frosinone.
Pada bursa transfer musim panas lalu, Milan memang kehilangan Leonardo Bonucci yang ‘mudik’ ke Juventus. Sebagai gantinya, klub yang berdiri di tahun 1899 ini beroleh tenaga segar dalam wujud Mattia Caldara.


Masuknya Caldara bikin amunisi Milan di pos bek tengah makin dalam karena sebelumnya telah dihuni oleh Mateo Musacchio, Romagnoli dan Cristian Zapata. Keempatnya digadang-gadang siap jadi benteng utama I Rossoneri dalam mewujudkan misi bangkit. Tak sampai di situ, publik juga yakin kalau mereka bisa membuat pekerjaan Gianluigi Donnarumma di bawah mistar jadi lebih ringan.

Namun ekspektasi yang ada dan realita di lapangan, ironisnya berbanding terbalik. Caldara masih sering absen lantaran bergelut dengan kondisi kebugarannya. Alhasil, Gattuso hanya bisa mengandalkan Musacchio dan Romagnoli sebagai benteng utama plus Zapata sebagai pelapis.

Sayangnya beberapa kombinasi yang Gattuso coba untuk memperkuat lini belakang, tak kunjung membuahkan hasil. Di satu laga, duet Musacchio-Romagnoli, Musacchio-Zapata atau Romagnoli-Zapata dapat memperlihatkan performa menjanjikan. Akan tetapi, atmosfer positif itu bisa lenyap dalam satu kedipan mata gara-gara kesalahan elementer.

Di sisi lain, penampilan Donnarumma sebagai kiper nomor satu tim juga masih angin-anginan. Realita ini pun memantik banyak Milanisti untuk menggaungkan nama Jose ‘Pepe’ Reina agar diturunkan sebagai pemain utama. Siapa tahu dengan keberadaan Reina, gawang Milan justru lebih sulit dibobol. Lagipula, publik pun sudah tahu kapabilitas penjaga gawang berkepala plontos tersebut.

Berbekal seluruh kemampuan yang dimilikinya, Gattuso kudu sesegera mungkin membenahi problem jebloknya sektor belakang I Rossoneri. Terlambat sedikit saja, dampaknya bisa fatal untuk laju Milan di musim ini ataupun masa depan Gattuso sendiri.

Sosok yang semasa bermain pernah membela Glasgow Rangers dan Milan tersebut sudah barang tentu paham konsekuensi besar yang kemungkinan akan ditanggungnya nanti jika gagal menghadirkan sejumput perubahan.

Sekarang Milan sedang tertahan di peringkat ke-12 klasemen sementara via koleksi 12 angka. Mengingat kompetisi Serie A baru berjalan beberapa pekan, kesempatan bangkit jelas terhampar amat luas. Namun semuanya tergantung dari bagaimana usaha sungguh-sungguh serta tak kenal lelah dari Romagnoli dan kolega.

Andai bisa membawa Milan bangkit, Milanisti pasti takkan menggemakan tanda pagar #GattusoOut lagi di media sosial. Namun bila kepayahan buat melakukannya, maka kemungkinan besar sang pelatih bakal secepat mungkin dipaksa angkat kaki dari Stadion San Siro.

***

Oleh: Budi Windekind. Menggilai sepakbola layaknya gadis-gadis menggemari drama Korea. Bisa dihubungi via Twitter @Windekind_Budi

Share

+1