Cara Fiorentina Mengingat Davide Astori


Cara Fiorentina Mengingat Davide Astori

radentv.com - Sekitar tujuh bulan lalu, dunia sepakbola Italia digemparkan oleh berita duka. Kapten sekaligus bek tengah andalan Fiorentina, Davide Astori, meninggal dunia saat timnya akan bertemu dengan Udinese dalam lanjutan Serie A musim 2017/2018. Dari hasil otopsi, penyebab kematian pria setinggi 188 sentimeter adalah serangan jantung.

Peristiwa tragis itu jelas mengejutkan seluruh elemen di tubuh Fiorentina. Sosok yang mereka hormati dan kagumi, berpulang lebih cepat keharibaan-Nya.

Walau diliputi rasa getir, meninggalnya Astori malah memperkokoh ikatan dari semua orang yang tergabung di I Gigliati –julukan Fiorentina. Aksi jatuh bangun di atas lapangan, kemenangan pada sebuah laga, koreografi suporter dan lain-lain, banyak yang dipersembahkan secara khusus buat almarhum sang kapten.

Bahkan di saat otoritas kompetisi tertinggi di Italia, Lega Serie A, mengeluarkan aturan terkait desain ban kapten untuk 20 skipper tim kontestan, pihak Fiorentina justru mengajukan permintaan sendiri.
Alih-alih menggunakan ban kapten berwarna putih yang dibubuhi aksara Capitano seperti yang lain, Fiorentina memohon kepada Lega Serie A agar diizinkan untuk menggunakan ban kapten dengan desain khusus. Ban kapten itu sendiri berwarna putih dan dibubuhi inisial Astori berikut nomor punggungnya, DA13, sebagai bentuk penghormatan.
Terbaru, ada dua aksi menggetarkan dada yang kembali dilakukan oleh para penggawa Fiorentina guna mengingat Astori. Selama sepekan terakhir, baik Cristiano Biraghi dan German Pezzella memang tidak mengenakan kostum I Gigliati.

Sebaliknya, dua nama ini justru tengah memeras keringat bersama tim nasional masing-masing, Biraghi bareng Italia sedangkan Pezzella memperkuat Argentina. Makin menarik sebab dua pemain belakang ini justru sukses menggelontorkan gol untuk negaranya masing-masing.

Pezzella jadi orang yang lebih dahulu mengukir namanya di papan skor. Hal tersebut lahir pada laga persahabatan yang dilakoni Argentina kontra Irak (11/10). Turun sejak menit pertama, Pezzella sukses mencetak gol ketiga La Albiceleste pada menit ke 82’.

Usai menggetarkan jala lawan, Pezzella pun berselebrasi. Namun uniknya, pria berusia 27 tahun ini melakukannya dengan cara mengangkat kedua tangan sembari membentuk angka 1 dan 3 (atau 13) dengan jari-jarinya. Siapapun tahu pasti jikalau isyarat angka 13 itu merujuk kepada almarhum Astori.

Berselang beberapa hari kemudian, tepatnya dini hari tadi (15/10), giliran Biraghi yang sukses menciptakan gol kemenangan Italia atas Polandia. Memanfaatkan sundulan Kevin Lasagna ke tiang jauh, Biraghi yang berdiri bebas kemudian mencocor bola ke gawang Wojciech Szczesny.

Sama persis dengan yang diperbuat Pezzella, Biraghi pun merayakannya dengan cara mengangkat kedua tangan seraya membentuk angka 1 dan 3 (atau 13) dengan jari-jarinya. Sebuah selebrasi yang amat bermakna dari figur berumur 26 tahun itu.
Apa yang dilakukan para penggawa I Gigliati, bahkan kala membela negaranya masing-masing, adalah penghormatan yang luar biasa. Setiap kehilangan tentu meletupkan rasa sedih di dada manusia. Akan tetapi, mereka enggan terus terkungkung dalam duka tersebut. Mengingat Astori mesti dilakukan dengan hal-hal paripurna dan seluruh elemen di tubuh Fiorentina tahu betul bagaimana caranya.

Sempre Con Noi, DA13.

***

Oleh: Budi Windekind. Menggilai sepakbola layaknya gadis-gadis menggemari drama Korea. Bisa dihubungi via Twitter @Windekind_Budi

Share

+1