Jual Mauro Icardi!


Jual Mauro Icardi!

radentv.com - Usai menaklukkan PSV Eindhoven di ajang Liga Champions pada hari Kamis kemarin (4/10), Internazionale Milano kembali melanjutkan kampanyenya di kompetisi Serie A dengan cara paripurna. Melawat ke kandang SPAL dini hari tadi (8/10), dwigol Mauro Icardi bikin I Nerazzurri menang via skor tipis 2-1.

Bagi Inter, raihan poin sempurna di Stadion Paolo Mazza bikin streak kemenangan mereka di Serie A berlanjut jadi empat kali beruntun. Asiknya lagi, hasil-hasil manis tersebut bikin posisi Icardi dan kawan-kawan juga terkatrol ke peringkat tiga klasemen sementara.

Teruntuk Icardi sendiri, dua golnya yang tercipta pada menit ke 14’ dan 78’ mengerek namanya sejajar dengan penyerang legendaris Inter di era 2000-an lalu, Christian Vieri. Berdasarkan statistik yang dihimpun melalui Opta, kedua nama ini sekarang punya koleksi gol yang sama buat Inter pada ajang Serie A yakni 103 biji.
“Ini adalah kemenangan yang krusial untuk kami agar mampu bersaing di papan atas. Aku merasa tenang dan bakal terus bekerja keras supaya dapat membantu Inter serta rekan setim. Berhasil mencetak gol tentu menyenangkan tapi kepentingan tim ada di atas segalanya”, papar Icardi seperti dikutip dari sempreinter.

Secara keseluruhan, pundi-pundi gol Icardi dengan kostum Inter di musim kompetisi 2018/2019 telah mencapai 5 butir. Rinciannya adalah 3 gol di Serie A dan 2 gol pada kompetisi Liga Champions.
Datang dari Sampdoria medio 2013 silam, Icardi langsung bertransformasi jadi penyerang haus gol.

Keberadaannya di kotak penalti lawan, acap munculkan teror yang bikin para pemain belakang was-was. Mengawalnya dengan ketat adalah kewajiban, sebab memberi Icardi sedikit ruang dan kesempatan menembak, gawang bobol bak sebuah keniscayaan.

Insting mencetak gol luar biasa itu pulalah yang memaksa seluruh allenatore Inter dalam rentang 2013 hingga kini (Walter Mazzarri, Roberto Mancini, Frank de Boer, Stefano Pioli dan Luciano Spalletti), selalu mengandalkannya sebagai juru gedor.

Singkat kata, para ahli strategi tersebut enggan menyia-nyiakan kapabilitas ciamik yang dimiliki Icardi. Lebih-lebih, hal itu sangat bermanfaat untuk Inter sendiri.

Namun ketajaman yang konsisten dan bahkan melahirkan pujian dari banyak pengamat, nyatanya tak membuat seluruh Interisti mendukung Icardi. Sebagian dari mereka bahkan dengan lantang meminta pihak klub untuk menjualnya. Terasa konyol, permintaan itu dibarengi dengan syarat bahwa pria kelahiran Rosario itu mesti dilepas dengan nominal selangit!

Kalau benci, kenapa nggak minta dilepas gratis saja, sih?

Benar jika Icardi belum mempersembahkan satu titel pun walau sudah berkostum I Nerazzurri selama lima musim. Namun pantaskah melempar segala beban kepadanya tatkala mayoritas skuat berisi pemain medioker?

Kalau memang demikian, betapa enaknya jadi Ishak Belfodil, Hugo Campagnaro, Fredy Guarin, Jonathan Moreira, Zdravko Kuzmanovic, Joel Obi atau Alvaro Pereira karena tidak memanggul beban yang sama kendati sepakbola adalah permainan kolektif.

Apa yang telah dibuktikan Icardi sampai detik ini merupakan bukti bahwa dirinya esensial bagi kebangkitan Inter dari banter era yang menyesakkan dada. Hal itu jugalah yang membuat pihak manajemen tak berkeinginan buat melepas tenaga sang kapten.

Mengkritik permainan Icardi tentu sah-sah saja manakala itu tidak menghadirkan benefit untuk I Nerazzurri. Akan tetapi, tidak mensyukuri presensinya di tubuh skuat padahal itu amat berguna bagi tim seraya terus menggemakan kalimat, “Jual Icardi”, adalah kesombongan yang hakiki.

#ForzaInter

***

Oleh: Budi Windekind. Menggilai sepakbola layaknya gadis-gadis menggemari drama Korea. Bisa dihubungi via Twitter @Windekind_Budi

Share

+1