Pertaruhan Max Allegri

Pertaruhan Maz Allegri

Pertaruhan Maz Allegri

radentv.com – Genderang perang di babak 16 besar Liga Champions 2018/19 kembali ditabuh tengah pekan ini. Dari sekian laga, pertemuan Atletico Madrid dan Juventus tentu mengundang atensi khusus dari para penikmat sepakbola, lebih-lebih suporter setia kedua klub. Bagaimanapun juga, Los Colchoneros dan I Bianconeri adalah tim dengan kualitas brilian di kancah Eropa.

Spesial bagi sang wakil Italia, keterlibatan mereka pada fase ini adalah yang kelima dalam rentang lima musim pamungkas di bawah asuhan Massimiliano ‘Max’ Allegri. Bahkan pada musim 2014/15 dan 2016/17, mereka sukses melaju hingga partai final sebelum dikandaskan Barcelona dan Real Madrid. Sebuah bukti nyata kalau Giorgio Chiellini dan kawan-kawan punya kiprah yang amat konsisten di Liga Champions.

Kendati demikian, I Bianconeri yang merupakan raja di Italia dengan koleksi silverware terbanyak selama satu windu terakhir, tujuh titel Serie A dan empat gelar Piala Italia, menyimpan rasa penasaran akut di kompetisi Eropa nomor wahid ini.

Siapapun tahu kalau Juventus punya ambisi besar membawa pulang trofi Si Kuping Besar ke kota Turin untuk pertama kalinya sejak musim 1995/96 silam. Namun nahas, kesuksesan menjejak lima partai final dalam dua dasawarsa terakhir selalu berujung nestapa.

Gara-gara itu pula, tekanan untuk beroleh kesuksesan di Liga Champions semakin menggunung di tubuh klub. Mereka sangat terobsesi buat menahbiskan diri sebagai klub terbaik di Eropa.

Guna melanggengkan ambisi tersebut, Juventus sampai rela mengucurkan dana tidak sedikit yaitu 100 juta euro buat merekrut megabintang sepakbola asal Portugal, Cristiano Ronaldo, dari Real Madrid di musim panas kemarin. Padahal selama ini mereka identik dengan transfer hemat bahkan sampai tak mengeluarkan uang sepeser pun alias gratis.

Usia Ronaldo memang tidak muda lagi, 34 tahun, tetapi kemampuannya masih ada di level tertinggi. Lebih jauh, pengalaman juaranya bersama Manchester United dan Madrid diharapkan bisa memberi efek positif bagi rekan setimnya. Apalagi ajang Liga Champions bak sebuah taman bermain untuk pria kelahiran Funchal tersebut.

“Dapat memenangi gelar Liga Champions bersama Juventus tentu sangat menyenangkan. Mereka punya ambisi segunung terkait hal ini dan aku ingin membantu mewujudkannya”, papar Ronaldo seperti dikutip dari Sydney Morning Herald.

Sederhananya, I Bianconeri berharap Ronaldo adalah kepingan puzzle terakhir yang mereka butuhkan untuk menyudahi paceklik di Liga Champions. Artinya, Allegri sudah dibekali skuat dengan kualitas semakin paripurna ketimbang sebelumnya. Hal ini tentu bagus tapi di sisi lain juga membuat toleransi untuk kegagalan menjadi nol, entah dari sisi manajemen maupun Juventini.

Keberhasilan Chiellini dan kolega merebut status juara Grup H dengan berdiri di atas United, Valencia, dan Young Boys pada babak penyisihan lalu juga tak membuatnya lepas dari kritik. Sepasang kekalahan, masing-masing dari United dan Young Boys, dinilai sebagai noda hitam yang sepatutnya bisa dihindari Allegri.

Baca juga: 

Alhasil, Juventini yang selama ini mulai jengah dengan kemampuan taktikal Allegri semakin sering melontarkan kritik. Permainan Juventus dituding kelewat membosankan walau kualitas skuat mereka di atas rata-rata dari sang musuh. Situasi ini pun membuat lawan gampang mengantisipasi seraya menjegal langkah I Bianconeri.

Pada Juni 2017 lalu, Juventus sepakat untuk memperpanjang durasi kerja Allegri di Stadion Allianz sampai Juni 2020. Di situ tersirat bahwa manajemen I Bianconeri memiliki keyakinan bahwa Allegri adalah sosok yang tepat untuk menjalankan proyek ini.

Namun demikian, pihak manajemen bisa saja berpikir ulang buat memberi kesempatan tambahan kepada Allegri jika di pengujung musim 2018/19, Chiellini dan kawan-kawan masih gagal memboyong trofi Si Kuping Besar. Pun begitu dengan Juventini yang memendam hasrat serupa.

Maka dari itu, sepasang laga 16 besar kontra Atletico adalah pertaruhan nyata untuk Allegri. Sanggup menghempaskan wakil Spanyol itu guna melenggang ke babak berikut sembari mengintip kans lolos ke final, dapat memberinya asa lebih untuk duduk lebih lama di bangku pelatih.

Live Streaming Atletico Madrid vs Juventus ada di sini!

Sebaliknya, bertekuk lutut di hadapan Los Colchoneros asuhan Diego Simeone bisa berarti kiamat untuk Allegri. Besar kemungkinan jika masa baktinya di kota Turin akan berakhir prematur.

Terlebih, sosok peramu taktik berkualitas serta punya rekam jejak brilian di Liga Champions dan kebetulan pernah membela Juventus saat aktif bermain dahulu, Zinedine Zidane, masih tuna karya. Meski kubu manajemen sudah berulangkali menyangkal tapi siapapun tahu bahwa obsesi I Bianconeri pada Liga Champions terlalu sukar ditutup-tutupi.

Layak dinanti bagaimana reaksi Juventus dan Allegri dari dwilaga, kandang dan tandang kontra Atletico. Mungkinkah mereka tertawa bersama dan membawa optimisme ke babak selanjutnya atau malah berkalang duka sehingga bersepakat untuk memutuskan cinta?

***

Oleh: Budi Windekind. Bisa disapa di @Windekind_Budi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *