Malam Bahagia Keita Balde

Malam Bahagia Keita Balde

Malam Bahagia Keita Balde

radentv.com – Uang senilai 6 juta euro mesti digelontorkan Internazionale Milano untuk meminjam tenaga Keita Balde Diao dari AS Monaco pada bursa transfer musim panas yang lalu. Klausul peminjaman itu sendiri menyelipkan opsi pembelian permanen sebesar 30 juta euro di akhir musim.

Keputusan meminjam Keita diinisiasi oleh keinginan La Benemata buat tampil lebih baik di musim 2018/2019. Kedatangan penggawa tim nasional Senegal itu diharapkan Luciano Spalletti, sang pelatih, bisa memperdalam kualitas skuat asuhannya yang berjibaku di tiga kompetisi sekaligus.

Sedari awal musim, peran yang diemban Keita hanyalah pelapis untuk Ivan Perisic, winger kiri andalan Inter. Maka tak perlu heran bila kesempatan merumput Keita amat terbatas.

Berdasarkan statistik yang dihimpun via Transfermarkt (hingga 24 November 2018), Keita baru menghabiskan 382 menit dari 11 laga dengan mayoritas turun sebagai pengganti. Hal itu pula yang bikin kontribusinya tersendat di 1 asis tanpa sebutir gol pun.

Sial buat Keita, kontribusi minim akibat sedikitnya kesempatan berlaga tetap dijadikan sasaran kritik Interisti. Banyak dari mereka yang mencaci Keita lantaran performanya yang biasa saja dan bahkan ingin agar dirinya segera dipulangkan ke Monaco.

Baca juga: 4 Tips Memilih Sepatu Bola yang Nyaman

Keadaan itu muncul akibat ekspektasi cukup tinggi Interisti kepadanya. Paling tidak, selama berkostum La Beneamata, Keita dapat mereplikasi penampilannya saat membela Lazio dalam kurun 2013-2017 silam.
Namun dini hari tadi (25/11), momen yang lama dinanti Keita akhirnya tiba. Dalam partai Serie A giornata ke-13 melawan Frosinone, Spalletti memainkan figur bernomor punggung 11 tersebut sebagai starter.

Mengokupansi sisi kiri Inter, Keita memperlihatkan aksi yang impresif dan spartan. Kerjasamanya dengan Lautaro Martinez dan Matteo Politano yang mengisi lini serang betul-betul menyusahkan sektor belakang Frosinone yang dikomandoi Edoardo Goldaniga.

Memanfaatkan kelebihan berupa energi besar, kecepatan, kekuatan fisik, dan teknik olah bolanya, Keita cakap dalam menciptakan peluang mencetak gol bagi rekan setim atau dirinya sendiri.

Benar saja, ketika laga memasuki menit ke-10, pemain berusia 23 tahun ini sukses melesakkan bola ke gawang I Canarini via sepakan keras dari dalam kotak penalti usai menerima umpan Lautaro serta mengelabui sejumlah bek lawan.

Keberhasilan mencetak gol perdana bagi Inter bikin Keita amat emosional saat merayakannya di pinggir lapangan. Wajar memang sebab momen spesial yang sudah diupayakan mati-matian akhirnya muncul juga.
Akan tetapi, pesona Keita belum selesai sampai di situ karena pada menit ke-57, servisnya berupa umpan silang ciamik sanggup dikonversi Lautaro secara paripurna buat menggandakan keunggulan Inter.

Menorehkan 1 gol dan 1 asis bikin Spalletti enggan menarik keluar Keita. Manisnya, keputusan itu tidak salah lantaran Keita kembali membuat Interisti yang memadati Stadion Giuseppe Meazza bersorak gembira.
Berawal dari penetrasi Politano dari sayap kanan yang tak sanggup diantisipasi lawan, bola lantas diumpankan kepada Keita yang tak terkawal di sisi kiri. Lewat determinasi brilian, Keita pun sukses mencetak doppietta alias dua gol di laga ini sekaligus mengoyak jala Frosinone buat kali ketiga pada menit ke-82.

Skor 3-0 bagi keunggulan Inter lantas bertahan sampai wasit meniup peluit panjang. Dengan hasil tersebut, La Beneamata kembali ke posisi dua classifica kendati punya torehan angka yang sama dengan Napoli.
Khusus untuk Keita, aksi paripurna di laga melawan Frosinone sampai membuat situs forzaitalianfootball memberinya nilai 8 alias tertinggi di antara seluruh penggawa Inter yang diturunkan Spalletti.

“Jujur saja, doppietta tadi terasa emosional bagiku. Sungguh menyenangkan dapat mencetak gol di depan Interisti yang hadir di Stadion Giuseppe Meazza. Ini adalah malam yang amat membahagiakan untuk tim dan diriku sendiri”, papar Keita seperti dilansir InterTV.

Bersinarnya Keita dalam laga kontra Frosinone tentu meletupkan asa baru bahwa performa tersebut dapat berlanjut di laga-laga berikutnya guna membantu La Beneamata melewati periode musim dingin, dalam beberapa musim terakhir selalu berujung sendu, dengan lebih mantap.

Di sisi lain, esensi Keita bagi skuat juga makin terasa sebab dirinya bisa diandalkan Inter sebagai senjata alternatif yang mematikan tatkala Mauro Icardi dan Perisic sedang off form.

Buktikan, Keita!

***

Oleh: Budi Windekind. Bisa disapa di @Budi_Windekind

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *