Jangan Senang Dulu, Italia!

Jangan Senang Dulu, Italia!

Jangan Senang Dulu, Italia!

radentv.com – Sepasang laga awal di babak kualifikasi Piala Eropa 2020 dilakoni tim nasional Italia dengan menjamu Finlandia dan Liechtenstein. Ingin memulai kiprah mereka dengan apik guna lolos ke turnamen mayor sekaligus menghapus duka gagal lolos ke Piala Dunia 2018 kemarin, Roberto Mancini sebagai allenatore memasang target angka sempurna bagi Marco Verratti dan kawan-kawan.

Keinginan tersebut akhirnya sanggup dijawab skuat Gli Azzurri yang kali ini dijejali sejumlah penggawa muda semisal Nicolo Barella, Moise Kean, Gianluca Mancini dan Nicolo Zaniolo buat menemani figur-figur senior macam Leonardo Bonucci, Giorgio Chiellini, Ciro Immobile, Fabio Quagliarella, dan Verratti.

Bermain di hadapan pendukung sendiri yang memadati Stadion Friuli (kontra Finlandia) pada Minggu (24/3) dan Stadion Ennio Tardini (versus Liechtenstein) dini hari tadi (27/3), anak asuh Mancini berhasil menang dengan skor 2-0 serta 6-0. Gara-gara capaian itu pula, Verratti dan kolega sekarang duduk nyaman di puncak klasemen Grup J berbekal enam poin.

Cara main yang diperlihatkan oleh Italia pun terlihat lebih baik ketimbang sebelumnya. Selain lini belakang yang makin kokoh, agresivitas dan kreativitas yang ditunjukkan sektor tengah pun tampak meningkat. Sementara area depan, kendati acap dirotasi, kembali memamerkan ketajaman. Tifosi pun tak ragu lagi buat melayangkan pujian.

Tanpa bermaksud mengecilkan kontribusi pemain lain, tapi Barella, Kean, Mancini, Quagliarella, dan Alessio Romagnoli layak diapungkan sebagai sosok dengan performa paling menyita perhatian di dua partai babak kualifikasi Piala Eropa 2020 yang Italia jalani. Apa yang mereka suguhkan di lapangan sungguh elok dan menjanjikan.

Lebih jauh, sepasang kemenangan ini juga memperpanjang streak hasil positif Italia menjadi tiga pertandingan secara beruntun (sebelumnya mereka menang dari Amerika Serikat di partai persahabatan).

Khusus buat Mancini, torehan di atas tentu memperbaiki rapornya yang semenjak menukangi timnas pada Mei 2018 silam cuma mengoleksi dua kemenangan, masing-masing atas Arab Saudi dan Polandia, dari delapan pertandingan.

“Kemenangan atas Finlandia dan Liechtenstein lahir berkat pendekatan (strategi) yang tepat. Para pemain menunjukkan fokus yang tinggi dan sanggup mencetak banyak gol sebagai syarat memetik angka penuh”, ungkap bekas pelatih Lazio dan Internazionale Milano itu kepada Rai Sport.

Sempat dikritik habis karena terus melakukan bongkar pasang skuat dan mencoba berbagai strategi yang sialnya berujung dengan hasil-hasil minor, Mancini seperti memperlihatkan realita yang sering luput dari perhatian tifosi.

Layaknya mekanik di bengkel, Mancini kudu memperbaiki mobil dengan mesin yang rusak. Ada begitu banyak onderdil yang mesti dirinya benahi dan ganti. Hal itu jelas tak sama dengan proses penggantian oli atau busi belaka.

Wajib diakui bahwa sejak diangkat sebagai pelatih Gli Azzurri, lelaki berumur 54 tahun itu terus mencari formula terbaik, termasuk memberi kesempatan kepada banyak debutan berpotensi tapi tak menyepelekan para veteran yang memang pantas dipanggil, demi membangun fondasi tim yang kokoh. Kritikan pedas yang terus menerpa didengarnya baik-baik sebagai pelecut.

Dan kemenangan manis yang direguk dari Finlandia dan Liechtenstein adalah bukti dari usaha keras Mancini membenahi tim. Wajar kalau atmosfer di tubuh Gli Azzurri maupun keyakinan di benak tifosi terhadap timnasnya semakin membaik dan berapi-api.

Akan tetapi Italia tak boleh buru-buru senang karena bagaimanapun juga, Finlandia dan Liechtenstein adalah tim gurem di Grup J. Mengalahkan mereka guna mengumpulkan poin adalah keharusan yang tak boleh ditawar-tawar lagi. Gagal menang dari keduanya justru sebuah bencana besar.

Ujian sesungguhnya bagi Italia besutan Mancini terhampar di bulan Juni mendatang. Pada momen tersebut, Verratti dan kolega bakal berjumpa Yunani dan Bosnia-Herzegovina, dua tim dengan kualitas yang lebih prima sekaligus lawan terberat Gli Azzurri.

Bila ingin mengambil kembali statusnya sebagai tim raksasa Eropa maupun dunia, Italia wajib membungkus hasil positif dari sepasang laga kualifikasi Piala Eropa 2020 selama bulan Juni nanti.

Ya, sang allenatore mesti menyempurnakan formula dan strategi yang ia yakini. Tak peduli jika segunung kesulitan berdiri menghalangi karena semua itu mesti Mancini dan anak asuhnya lewati secara gagah berani guna membawa Italia terbang lebih tinggi.

***

Oleh: Budi Windekind. Bisa disapa di @Windekind_Budi