Berdiri Bersama Moise Kean

Berdiri Bersama Moise Kean

Berdiri Bersama Moise Kean

radentv.com – Lahir di Vercelli dari orang tua keturunan Pantai Gading, Moise Bioty Kean atau yang lebih populer disebut Moise Kean adalah striker muda kepunyaan Juventus yang saat ini ramai dibicarakan oleh banyak orang.

Nama Kean mulai melambung setelah rajin mengukir gol bagi La Vecchia Signora dalam beberapa laga pamungkas. Udinese, Empoli dan Cagliari adalah kesebelasan yang gawangnya sukses digetarkan pemuda berusia 19 tahun itu.

Seolah tak cukup, ketajaman Kean juga menular saat dirinya mengenakan kostum tim nasional Italia. Diberi kepercayaan lebih oleh Roberto Mancini sebagai amunisi di babak kualifikasi Piala Eropa 2020, Kean menjawabnya dengan torehan dua gol, masing-masing sebiji ke gawang Finlandia dan Liechtenstein.

Fantastis, bukan? Jangan heran apabila Kean makin santer disebut sebagai penyerang masa depan Juventus dan timnas Italia.

Namun di tengah sinarnya yang makin cemerlang, Kean mulai dihampiri sejumlah problem. Teraktual, sosok berpostur 182 sentimeter ini dihantam kasus rasisme saat bertandang ke Stadion Sardegna Arena (3/4), kandang Cagliari, dalam lanjutan giornata ke-30 Serie A 2018/2019.

Sepanjang laga berdurasi 90 menit tersebut, Kean yang berkulit legam beroleh cacian secara konstan dari tifosi Gli Isolani. Kesal dengan hal tersebut, Kean pun melakukan selebrasi yang sedikit provokatif usai mencetak gol bagi Juventus.

Dirinya menghampiri Curva Sud (tribun di belakang gawang Cagliari yang terletak di sisi selatan) seraya membuka lengan lebar-lebar seolah menantang mereka yang telah meledeknya.

Sudah jadi rahasia umum kalau persoalan rasisme begitu mengakar di Italia, tak terkecuali di stadion-stadion yang menjadi arena pertandingan sepakbola.

Tifosi sebuah kesebelasan takkan ragu meneriakkan atau bahkan menyanyikan chant-chant berbau rasis kepada pemain dari tim lawan. Sebelum Kean, pemain-pemain berkulit hitam lain yang merumput di Serie A seperti Mario Balotelli, Samuel Eto’o, Sulley Muntari, dan Paul Pogba juga pernah jadi sasaran tembak rasisme.

Sialnya, federasi sepakbola Italia (FIGC) tak memberdayakan segenap tenaganya buat menyelesaikan masalah ini. Di satu kasus, mereka terlihat sadis dengan memberi hukuman berat kepada tim yang suporternya kedapatan berbuat rasis.

Namun di kasus yang lain, mereka justru bertingkah lembek, termasuk kepada fans Cagliari yang melakukan tindakan rasis kepada Kean. Seperti dirilis football-italia, Gli Isolani tak mendapat hukuman apapun lantaran FIGC menilai bahwa tindakan rasis pada laga kontra Juventus cuma dilakukan oleh segelintir orang.

Diakui atau tidak, keputusan itu dapat memengaruhi karier para pemain non-kulit putih di Serie A, termasuk Kean. Bayang-bayang rasisme akan terus menghampiri karena tindakan tak terpuji itu acap beroleh ‘pembiaran’ dari FIGC dengan segudang dalih.

Apalagi dalam kasus Kean, ia tak mendapat pembelaan berarti dari rekan setimnya, Leonardo Bonucci, dan sang pelatih, Massimiliano Allegri. Bahkan kubu La Vecchia Signora cenderung adem ayem menyikapi hal ini. Berbeda jauh dengan pernyataan yang mereka buat untuk membela Cristiano Ronaldo yang tersangkut masalah pemerkosaan.

Di usia yang baru menginjak 19 tahun, perjalanan karier Kean di atas lapangan hijau tentu masih amat panjang. Kendati begitu, Kean sepatutnya mendapat dukungan penuh supaya kariernya berjalan dengan baik. Melawan segala permasalahan rasis yang menimpanya tentu masuk di dalamnya.

“Seperti Nicolo Zaniolo di AS Roma, Kean adalah simbol baru dari Juventus. Menurut saya, tak ada yang salah dengan selebrasinya usai mencetak gol ke gawang Cagliari. Sebaliknya, Kean mesti dilindungi dari segala bentuk perbuatan rasis yang menjamur di Serie A”, jelas kapten Juventus, Giorgio Chiellini kepada Tuttosport.

Apa yang dikatakan Chiellini tentu benar karena rasisme tak sepatutnya muncul di kancah sepakbola. Melindungi para pemain yang punya risiko besar mendapat cacian rasis adalah kewajiban yang tak bisa ditawar-tawar oleh individu manapun, klub apapun serta FIGC.

Di titik ini, sudah sepantasnya kita semua berdiri bersama Kean, melawan dan mengutuk seluruh perbuatan rasis yang bergemuruh di stadion, bukan malah sebaliknya!

***

Oleh: Meido Anggriawan. Bisa disapa di @dsmap_