Di Mana Masa Depan Emil Audero?

Di mana masa depan Emil Audero?

radentv.com – Menyandang status kiper ketiga Juventus di belakang Gianluigi Buffon dan Wojciech Szczesny bikin kesempatan Emil Audero Mulyadi untuk merumput bareng tim utama La Vecchia Signora setipis kertas. Kenyataan ini juga yang membuatnya mau menimba ilmu terlebih dahulu di Venezia sepanjang musim 2017/2018 silam.

Keputusan itu sendiri tidak disesali Audero lantaran menit bermain yang ia dapatkan di Stadion Pierluigi Penzo melimpah ruah. Berdasarkan situs Transfermarkt, Audero dipercaya untuk mengawal gawang I Arancioneroverdi sebanyak 39 kali (baik di ajang Serie B, playoff promosi Serie B dan Piala Italia).

Mesti diakui bahwa momen itu benar-benar dimaksimalkan Audero buat menempa kemampuannya agar semakin lengkap sebagai penjaga gawang. Tak hanya itu, pemuda kelahiran Mataram itu pun jadi lebih paham dengan atmosfer kompetitif di level profesional.

Aksi gemilang yang ditunjukkan Audero membuat Juventus memulangkannya jelang musim 2018/2019 bergulir. Sejumlah pihak pun memprediksi bahwa Audero bakal disandingkan dengan Szczesny untuk menjaga jaring La Vecchia Signora selepas kepergian Buffon ke Paris Saint-Germain (PSG).

Namun asa Audero buat mengenakan kostum Juventus dan bersaing dengan Szczesny menguap begitu saja karena pihak manajemen berketetapan untuk merekrut kiper yang lebih berpengalaman tapi juga menyimpan segudang potensi, Mattia Perin.

Realita ini bikin Audero berpikir keras perihal masa depannya. Beruntung, manajemen La Vecchia Signora juga tidak tinggal diam. Mereka tahu betul kalau Audero adalah figur yang sangat potensial dan bisa saja menjadi penerus sejati Buffon.

Beberapa bulan jelang berputarnya musim kompetisi 2018/2019, manajemen Juventus mencapai kesepakatan dengan manajemen tim Serie A lainnya, Sampdoria. Dalam kongsi tersebut, pihak I Blucerchiati setuju untuk mendayagunakan Audero selama satu musim penuh dengan status pinjaman.

Bahkan, klub yang dipimpin Massimo Ferrero itu mengantongi klausul pembelian Audero di akhir musim walau kubu Juventus sendiri menyelipkan opsi pembelian kembali. Oleh allenatore Sampdoria, Marco Giampaolo, Audero dipercaya sebagai penjaga gawang utama kendati I Blucerchiati juga punya Vid Belec dan Rafael Cabral.

Hal itu pun dimanfaatkan Audero dengan menunjukkan penampilan apik dan konsisten. Beberapa waktu lalu, dirinya muncul sebagai kiper dengan persentase penyelamatan tertinggi di lima liga top Eropa. Mengungguli nama-nama yang kelasnya sudah menjulang seperti Alisson Becker (Liverpool), David De Gea (Manchester United), Manuel Neuer (Bayern M√ľnchen), dan Marc-Andre ter Stegen (Barcelona).

Bagusnya performa Audero, meski di sejumlah partai dirinya kebobolan cukup banyak, sangat membantu Sampdoria untuk bertengger di papan tengah klasemen sementara. Per giornata ke-14 (dini hari tadi (2/12) Sampdoria mengandaskan Bologna 4-1), klub yang berkandang di Stadion Luigi Ferraris itu menempati peringkat kedelapan via koleksi 19 angka.

Mengacu pada statistik Transfermarkt, Audero musim ini telah merumput sebanyak 15 kali (di Serie A dan Piala Italia). Dari jumlah tersebut, ia mampu mengukir cleansheet di 5 pertandingan. Dipandang dari sisi manapun, rekor ini terbilang impresif karena lini pertahanan I Blucerchiati tidak dihuni nama-nama seperti Giorgio Chiellini, Kalidou Koulibaly, dan Milan Skriniar.

Bila Audero sanggup meningkatkan performa dan terus tampil konsisten, ia dapat menolong Sampdoria untuk finis di 10 besar atau bahkan mencuri satu tiket ke kejuaraan antarklub Eropa (misalnya saja Liga Europa).

Lebih dari itu, ada hal lain yang tak kalah menarik perihal Audero yakni masa depannya sebagai pesepakbola profesional. Hingga kini, pemain berusia 21 tahun itu memiliki kontrak dengan Juventus sampai musim panas 2021 mendatang. Di manakah masa depan sosok yang satu ini?

Mungkinkah La Vecchia Signora bakal memulangkannya seraya memberi Audero kesempatan buat jadi kiper utama di Stadion Allianz sekaligus mengungguli Szczesny dan Perin mulai musim depan?

Ataukah nasibnya akan terkatung-katung terus, jadi aset yang selalu dipinjamkan ke klub lain pada musim kompetisi baru sampai akhirnya betul-betul dijual karena Juventus tak bisa menyediakan tempat untuknya?

***

Oleh: Meido Anggriawan. Bisa disapa di @dsmap_

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *