Tarian Magis Gervinho

Tarian Magis Gervinho

Tarian Magis Gervinho

radentv.com – Di usianya yang ke-31, Gervais Lombe Yao Kouassi atau lebih akrab disapa Gervinho, memutuskan untuk melanjutkan karier sepak bolanya bareng klub yang baru saja promosi ke Serie A, Parma. Pilihan ini dibuat sosok berpaspor Pantai Gading tersebut setelah kontraknya bersama tim Liga Super Cina, Hebei China Fortune, diakhiri lebih cepat.

Bagi pemain kelahiran Anyama tersebut, belantara Serie A bukan lingkungan yang asing. Pasalnya di tahun 2013 hingga 2016 silam, dirinya sempat merumput bareng AS Roma dan tampil di 71 pertandingan serta mencetak 17 gol.

Dengan ambisi bertahan di kasta teratas usai berjuang secara eksepsional selama beberapa musim terakhir dari divisi terbawah, Gervinho dinilai manajemen Parma sebagai figur yang cocok untuk memperkokoh tim.

“Aku sangat merindukan Italia. Begitu aku tahu jika kesempatan untuk kembali ada di depan mata, segera saja kutolak beberapa tawaran lain yang datang. Aku merasa bahwa sepak bola Italia sekarang makin kompetitif”, terang Gervinho seperti dilansir dari Corriere dello Sport.

Keputusan lelaki berambut gimbal itu untuk balik kucing ke Negeri Pizza sepertinya tidak salah sebab pelatih I Gialloblu saat ini, Roberto D’Aversa, amat mengandalkannya buat mengisi lini depan.

Berkaca dari statistik yang dihimpun lewat Transfermarkt, Gervinho sudah turun di 10 partai Serie A musim ini. Selama itu pula, kepala dan kakinya sukses menceploskan 5 gol. Jumlah gol tersebut melambungkannya sebagai pencetak gol terbanyak Parma sejauh ini. Fantastis, bukan?

Ajaibnya lagi, dari seluruh gol yang diciptakan Gervinho, mayoritas berujung pada raihan positif I Gialloblu di atas lapangan. Buktinya tersaji manakala Parma membekap Cagliari, Empoli, Torino, dan Sassuolo. Praktis, satu-satunya gol Gervinho yang berujung duka hanyalah saat bersua Juventus.

Tanpa bermaksud mengecilkan kontribusi rekan setimnya, sumbangsih Gervinho memang punya pengaruh besar akan pencapaian anak asuh D’Aversa hingga giornata ke-14.

Seperti yang sama-sama kita ketahui, Parma kini bertengger di peringkat kesembilan klasemen sementara. Mengangkangi nama-nama layaknya Atalanta, Fiorentina, dan Sampdoria yang di atas kertas, memiliki skuat lebih komplet dan berkualitas.

Teruntuk Gervinho sendiri, penampilan apiknya bersama I Gialloblu sampai detik ini seolah mengubur performa kurang menawan semasa berkiprah di Negeri Tirai Bambu. Dirinya dan juga Parmagiani, suporter setia Parma, jelas berharap kalau performa tersebut bertahan sanggup dipertahankan sampai akhir musim ini.

Dan bak sebuah tarian magis khas bangsa Afrika, termasuk Pantai Gading, Gervinho pun tengah memamerkannya secara paripurna di hadapan khalayak, utamanya tifosi Parma.

Namun bukan untuk menebar mantra atau jampi-jampi guna mengusir roh jahat atau hal-hal klenik lainnya, tarian magis (baca: aksi impresif) Gervinho menyeruak sebagai cara membantu Parma membuktikan kemampuan untuk senantiasa tampil brilian, mengusik konstelasi mapan di papan tengah, dan tentu saja, sintas di Serie A.

#ForzaParma

***

Oleh: Budi Windekind. Bisa disapa di @Budi_Windekind

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *