Ayo ke Eropa, Torino!

Ayo ke Eropa, Torino!

Ayo ke Eropa, Torino!

radentv.com – Usai menganggur selama kurang lebih enam bulan pasca didepak Watford pada bulan Juli 2017, petualangan Walter Mazzarri sebagai juru taktik profesional berlanjut bareng Torino.

Per Januari 2018, lelaki berumur 57 tahun tersebut ditunjuk manajemen Il Toro buat menggantikan posisi Sinisa Mihajlovic yang dipecat gara-gara serentetan hasil buruk, termasuk keok dari Juventus di perempatfinal Piala Italia.

Meski rekam jejaknya tak kelewat mengilap, Torino percaya bahwa Mazzarri adalah figur yang tepat untuk menukangi Salvatore Sirigu dan kolega guna menjalani sisa kompetisi. Bagusnya, kepercayaan itu sanggup dibalas Mazzarri dengan membawa Torino finis di posisi kesembilan Serie A 2017/2018 kendati performa tim tidak mengalami peningkatan secara signifikan.

Namun dibarengi dengan semakin baiknya adaptasi serta penanaman ide permainan khas Mazzari plus transfer yang tepat, peruntungan Torino berubah drastis di musim 2018/2019. Alih-alih berkutat di zona bawah atau papan tengah, mereka justru menyodok ke papan atas untuk bersaing memperebutkan satu tiket ke turnamen antarklub Eropa, entah Liga Champions maupun Liga Europa.

Sampai giornata ke-35, Sirigu dan kawan-kawan duduk nyaman di peringkat ketujuh via koleksi 56 poin. Lebih jauh, mereka pun ketinggalan lima angka saja dari Atalanta yang menghuni posisi empat klasemen (batas akhir lolos ke fase grup Liga Champions) dan dua angka dari AC Milan yang bertengger di peringkat enam classifica (batas menuju babak kualifikasi ronde kedua Liga Europa).

Keadaan tersebut melambungkan asa Torino buat mencicipi kembali atmosfer sengit di kejuaraan antarklub Eropa yang terakhir kali dirasakan pada musim 2014/2015 silam (gugur di babak 16 besar Liga Europa).

Salah satu faktor yang diapungkan sebagai kunci melesatnya Torino pada musim ini adalah kekokohan sektor pertahanan. Trio Armando Izzo, Emiliano Moretti, dan Nicolas N’Koulou adalah sosok yang sukar dilewati striker lawan. Pun begitu dengan Sirigu yang selalu siaga membendung tembakan-tembakan yang mengarah ke jalanya.

Berdasarkan statistik, 30 gol yang bersarang di gawang Torino sejauh ini merupakan rekor terbaik ketiga di Serie A. Mereka cuma kalah dari Juventus (kemasukan 25 gol) dan Internazionale Milano (kebobolan 28 kali). Dalam rentang 15 giornata pamungkas, Torino sukses mengepulkan delapan kemenangan, enam hasil seri, dan sekali tumbang. Berapa kali mereka kebobolan? Cuma delapan kali saja!

Di atas kertas, 3-5-2 adalah skema andalan Mazzarri yang selalu diterapkan pada setiap laga. Kendati begitu, bentuk tersebut tidak baku sebab semuanya bergantung dari situasi yang ada.

Pada fase menyerang, trio bek tengah diminta untuk sedikit naik ke depan, memadatkan area tengah sekaligus berperan sebagai inisiator serangan. Sementara para wing back, jadi figur yang dituntut buat mengokupansi sisi tepi dan half-space seraya jadi penyedia umpan bagi para pemain tengah (khususnya yang diberi instruksi buat menyokong Andrea Belotti) maupun depan, entah lewat umpan terobosan atau crossing.

Namun di fase bertahan, pola 3-5-2 ala Mazzarri bisa berubah menjadi 5-3-2 atau 5-4-1. Para wing back turun jauh ke dalam, memenuhi ruang-ruang yang dapat dieksploitasi lawan di area sayap. Sedangkan gelandang-gelandang Il Toro merapat ke dekat bek tengah sehingga memadatkan wilayah pertahanan sekaligus mempersempit ruang bagi lawan berkreasi. Terakhir, penggawa lini depan pun diinstruksikan Mazzari buat melakukan pressing kepada bek atau pemain tengah lawan yang membawa bola supaya mereka dapat meluncurkan serangan balik cepat ketika lawan kehilangan bola.

Sassuolo, Empoli, dan Lazio menjadi sisa lawan yang kudu dihadapi Torino pada tiga pekan pamungkas. Di atas kertas, Sirigu dan kolega berpeluang besar untuk mengeruk angka, bahkan melakukan sapu bersih guna melanggengkan ambisi mentas di Benua Biru. Terlebih, laga kontra Sassuolo dan Lazio diselenggarakan di Stadion Olimpico Torino sehingga Il Toro mendapat keuntungan berupa dukungan masif pendukung setianya.

“Bicara kualitas, kami mungkin tak sebaik Inter, Milan atau Roma. Namun dalam situasi seperti sekarang, kami pun berhak bermimpi dan berusaha mati-matian untuk mewujudkannya”, papar Mazzarri seperti dikutip dari football-italia tentang peluang timnya lolos ke Eropa.

Berbekal performa apik di musim 2018/2019, Torino memang pantas berada di titik ini. Akan tetapi semuanya harus ditentukan oleh mereka sendiri, alih-alih bergantung pada hasil-hasil pertandingan klub pesaing. Tiga laga tersisa, jadi momen krusial bagi Il Toro untuk membuktikan kelayakan mereka sehingga berhak menggenggam satu tiket petualangan ke Eropa.

***

Oleh: Budi Windekind. Bisa disapa di @Windekind_Budi