Kroasia Sang Kuda Troya Piala Dunia


Kroasia Sang Kuda Troya

radentv.com - Kroasia menjelma dari kuda hitam menjadi Kuda Troya pada gelaran Piala Dunia 2018 ini. Mungkin istilah Kuda Troya sudah tidak asing lagi bagi para pembaca. Ya, bagi kalian yang gemar melihat film, pastinya tidak asing dengan film Troy. Kuda Troya adalah strategi tipu daya yang di lakukan pasukan Yunani untuk dapat memasuki kawasan Troya, dengan seolah-olah memberikan hadiah kemenangan berupa patung kuda besar, namun tanpa disadari bahwa di dalam patung tersebut terdapat ribuan pasukan Yunani yang siap menyerang Kota Troya.

Lantas apa kaitan dengan Kroasia dan Kuda Troya?

Tidak ada satu negara pun yang menganggap Kroasia memiliki peluang untuk bisa menjuarai Piala Dunia di tahun 2018 ini. Bahkan mampu lolos dari fase gugur dan bertahan hingga 8 besar adalah pencapaian di luar ekspektasi banyak pihak.

Para pecinta bola ramai-rami memperbincangkan tim-tim tradisional macam Spanyol, Jerman, Inggris, Brasil, Argentina dan Jerman. Bahkan justru Belgia yang diprediksi kuat mampu menjuarai turnamen empat tahunan ini. Hal ini dikarenakan skuat asuhan Roberto Martinez ini memiliki komposisi pemain yang paling komplit. Belgia disebut-sebut sebagai negara yang memiliki generasi emas. Namun, alih-alih berjaya, mereka justru tumbang di tangan Prancis yang hampir 70% diisi oleh para pemain muda.

Tanpa kita sadari di balik julukan kuda hitam bagi Kroasia, pelan namun pasti sang kuda hitam berubah menjadi Kuda Troya yang di dalamnya terdapat kekuatan yang luar biasa layaknya ribuan pasukan Yunani yang keluar dari kuda dan meluluh lantahkan Kota Troya. Kroasia-lah yang sebenarnya memiliki generasi emas yang memang sedang berkilau di klub masing-masing pemain.

Deretan nama-nama seperti Mandzukic (Juventus), Perisic dan Brozovic (Inter Milan), Rakitic (Barcelona), Modric (Real Madrid), Vida (Besiktas), Strinic (AC Milan), Vrsaljko (Atletico Madrid), Lovren (Liverpool), Kramaric (Hoffenheim) dan Subasic (AS Monaco). Menilik dari komposisi pemain saat ini dan pengalaman pemain di klub masing-masing, praktis hanya Strinic yang di bawah level dari pemain Kroasia. Hampir semua orang tertipu dengan Kroasia tanpa melihat kedalaman skuad serta pengalaman pemain di klub masing-masing.

Apabila line-up Kroasia dalam keadaan yang fit bukan tidak mungkin gelaran empat tahunan kali ini akan menadarat di Kroasia. Piala Dunia memiliki sejarah menarik dimana setiap 20 tahun sekali akan ada negara yang baru untuk menjuarai turnamen ini.

Tahun 1958 pertama kali Brasil menjuarai Piala Dunia ,1978 Argentina dan 1998 Prancis. Akankah Kroasia menggenapi sejarah ini? Tidak ada yang tidak mungkin, namun jika harus jujur saat ini adalah saat yang tepat buat Kroasia untuk menjuarai turnamen ini. Kedalaman skuad yang luar biasa dan kematangan sebagai pemain di klub masing-masing merupakan poin tersendiri bagi Kroasia jika dibandingkan dengan skuad muda asuhan Deschamps.

Mampukah Kuda Troya masuk ke dalam permainan cepat Prancis dan bertarung layaknya prajurit Yunani? Kita lihat di final nanti.

***

Oleh: Meido AP. A man who believe that, believe over hope. 240291.
          Biasa mangkal di @dsmap_
Share

+1