Tahun yang Tepat untuk Permalukan Juventus, Inter!


Saatnya Permalukan Juve, Inter!

radentv.com - Bagi penikmat Liga Italia Serie A, mengikuti jalannya bursa transfer sebelum dimulainya kompetisi menjadi hal yang tidak boleh dilewatkan. Tidak hanya rasa penasaran saja yang berkecamuk di sana, tetapi tidak jarang kita juga akan dibuat gregetan bahkan jengkel ketika terlalu baper mengikutinya. Dari sekian banyak berita transfer yang belakangan hanya memuat soal Ronaldo dan Ronaldo lagi, saya justru tertarik dengan geliat transfer yang dilakukan oleh salah satu musuh abadi Juventus, Inter Milan!

Sempat agak meragukan ketika lebih memilih tak mempermanenkan Joao Cancelo dari Valencia, Inter justru sukses mendatangkan pemain kunci AS Roma berdarah Batak, Radja Nainggolan. Entah apa yang ada di benak mereka yang duduk di jajaran manajemen AS Roma sampai sebegitu-sintingnya mau melepas pemain kuncinya itu ke klub rival. Namun lebih dari itu, saya melihat proses kepindahan Radja dari Roma ke Inter tidak terlepas dari sosok Luciano Spaletti, pelatih yang membuatnya tumbuh menggila di Roma dan sekarang menangani Inter.

Kedatangan Radja ke Inter semestinya akan menjadi jawaban dari permasalahan di lini tengah Inter yang dari tahun ke tahun tak kunjung mendapatkan solusinya. Sepeninggal Zanetti yang memutuskan pensiun, Inter nyaris tak memiliki komando di lini tengah. Harapan sempat muncul pada diri Kondogbia ketika penampilannya sempat mencuri perhatian para Interisti. Sayang performanya yang inkonsisten, membuat Inter kian tertinggal dari Juve dan Napoli.

Musim 2018/2019 ini, Juve telah sukses memboyong pemain-pemain sekelas Emre Can, Cancelo, Perin, dan yang paling spektakuler tentunya, CR7. Dengan rekrutan sekelas bintang lima tadi, agaknya ekspektasi fans terhadap klub tentu akan jauh lebih tinggi dari sebelumnya. Juventini tentu akan sangat 'tidak berkeberatan' jika Max Allegri melepas titel Scudetto kali ini, dan menukarnya dengan membawa pulang Si Kuping Lebar, julukan trofi Liga Champions.

Kondisi ini tentu tidak boleh disia-siakan oleh Inter Milan, mengingat sepeninggal Juve, Inter hanya perlu memperhitungkan Napoli saja sebagai pesaing mereka. Roma memang tidak bisa diremehkan, tetapi dengan kehilangan Radja dan hanya mengandalkan para pemain muda yang minim jam terbang di Serie A, agaknya akan sulit mengulang lagi cerita indah musim lalu menembus semifinal Liga Champions.

Sedangkan Napoli, pada akhirnya mereka telah menemukan sesuatu yang sebetulnya selama ini membuat mereka selalu tertinggal dari Juve, yakni mental juara! Poin ini ada pada diri pelatih baru mereka, Carlo Ancelotti. Sementara Milan? Entahlah... Tapi saya pikir, mereka memang perlu mendaftar di acara Mikrofon Pelunas Hutang di Indosiar.

Tetapi lagi-lagi, kompetisi Liga bukanlah soal mampu mengalahkan para pesaing utama dalam perebutan gelar saja. Liga adalah sebuah perlombaan mengumpulkan poin terbanyak di antara semua peserta yang ada. Masih lekat dalam ingatan ketika Inter berhasil mempermalukan Juve dan langsung menjadi besar kepala karenanya. Mengalahkan Juve seolah seperti telah memenangkan kompetisi itu sendiri. Akhirnya bisa ditebak, setelah itu performa mereka langsung terjun bebas, terseok-seok, dan bahkan tak mampu menang melawan tim-tim semenjana sekalipun.

Inter harus belajar banyak soal hal yang paling dasar dari cara memenangkan sebuah kompetisi. Bukan soal bagaimana berhasil mengalahkan Juve ataupun Napoli. Tetapi soal cara bagaimana mengumpulkan poin lebih banyak dari keduanya.

Musim ini merupakan musim yang paling tepat bagi Inter untuk memulai itu semua. Kedatangan Radja Nainggolan, serta kolaborasinya dengan sang pelatih Luciano Spaletti, agaknya sudah menjadi cukup jaminan bagi Inter berlari lebih jauh dari musim-musim sebelumnya.

Inter tak perlu merekrut Messi untuk menghadang laju Juve dan Ronaldo. Inter tak butuh memanggil kembali Mourinho untuk bisa kembali menguasai Serie A. Inter hanya perlu mengingat setidaknya dua hal, bahwa jangan pernah lupa bangkit setelah jatuh tersandung. Serta jangan lupa membumi, ketika sedang berada di atas awan.

***

Oleh: Handi Aditya
          Juventini pecinta gowes yang tersesat di dunia HRD
          Bisa ditemui di @handipsi
Share

+1