Eta Beta Fabio Quagliarella

Eta Beta Fabio Quagliarella

Eta Beta Fabio Quagliarella

radentv.com – Julukan Mr. Dream Goal tidak lahir tanpa alasan karena hampir setiap gol-gol yang diciptakanya adalah gol yang indah dan mungkin sangat sulit untuk diduplikasi pemain-pemain lainnya. Cek video di bawah ini:

Fabio Quagliarella adalah talenta berbakat asal Italia yang unik. Striker haus gol dan memiliki akurasi tendangan jarak jauh yang luar biasa. Lebih dari 8 klub telah dibelanya selama merumput sebagai pemain profesional. Juventus menjadi klub besar Italia yang sempat merasakan servis Quagliarella.

Di bawah asuhan Luigi Del Neri, Quagliarella menjelma menjadi striker utama Juventus saat itu. Namun sayang, kisah romansanya bersama Juventus tidak berlangsung lama akibat dihantam cedera ACL (Anterior Cruciate Ligament).

Cedera ACL  merupakan momok tersendiri bagi pemain sepakbola. Jujur saja, tidak banyak pesepakbola yang mampu kembali ke performa terbaiknya usai dihantam cedera yang satu ini.

Jika dahulu menjadi pilihan utama, lambat laun posisi Quagliarella semakin terpinggirkan oleh Alessandro Matri dan Mirko Vucinic. Hasilnya, Quagliarella pun harus puas jadi pilihan ketiga dalam skuat I Bianconeri saat itu.
Meski demikian, Quagliarella selalu membayar penuh kepercayaan pelatih saat diturunkan. Gol-gol akrobatik dan tendangan jarak jauh dengan akurasi yang baik adalah ciri khas dari permainanya.

Merasa kondisinya semakin baik dan selalu mampu menampilkan performa terbaik saat dibutuhkan tim, tetapi tak kunjung dijadikan pilihan utama Juventus, pria asli Castellammare di Stabia ini memutuskan hengkang dari Juventus menuju Torino pada tahun 2014.

Dua musim bareng Il Toro, Quagliarella mengemas 18 gol. Sebuah pencapaian yang cukup baik untuk seorang pemain yang sembuh dari cedera ACL. Bersama Torino, Quagliarella membangun lagi kepercayaan dirinya yang pernah ambruk. Pun begitu dengan insting predatornya sebagai penyerang.

Namun di tahun 2016, petualangan Quagliarella di kota Turin berakhir setelah menerima pinangan klub yang sempat melambungkan namanya, Sampdoria.

Bak sebuah tradisi, banyak pesepakbola yang memutuskan pulang ke klub di masa mudanya dahulu tatkala kariernya sudah mendekati akhir (awalnya berstatus pinjaman sampai akhirnya Sampdoria mengaktifkan klausul pembelian Quagliarella). Hal ini jugalah yang ditempuh pemilik 25 caps dan 7 gol bareng tim nasional Italia tersebut.

Menariknya, performa yang disuguhkan Quagliarella bersama I Blucerchiati justru tak menunjukkan bahwa dirinya adalah lelaki gaek yang siap pensiun. Di Stadion Luigi Ferraris, Quagliarella malah konsisten jadi mesin gol Sampdoria.

Pada musim 2016/2017 dan 2017/2018 silam, torehan golnya selalu menembus dua digit. Catatan itu sendiri membantu Sampdoria selalu finis di posisi 10 besar classifica. Bahkan di musim 2018/2019 kali ini, Quagliarella mempertontonkan sesuatu yang fantastis. Tak peduli kalau umurnya dua hari lagi menginjak 36 tahun!

Hingga giornata ke-21, Quagliarella sudah mencetak 16 gol sekaligus mengantarnya jadi pencetak gol terbanyak sementara Serie A. Unggul sebutir dari koleksi Cristiano Ronaldo (Juventus), dan Duvan Zapata (Atalanta).

Tak sampai di situ karena Quagliarella juga sukses menyamai rekor berusia 24 tahun milik legenda Fiorentina dan AS Roma, Gabriel Batistuta, yaitu mencetak gol di 11 giornata Serie A secara berturut-turut. Torehan ini berpeluang Quagliarella pecahkan manakala Sampdoria bersua Napoli (2/2).

Lebih jauh, Quagliarella pun secara resmi mengangkangi salah satu predator terbaik Serie A di era 1990-an dan 2000-an lainnya, Christian Vieri, karena sudah membukukan 143 gol sepanjang kariernya di divisi teratas sepakbola Negeri Pizza.

Mr. Dream Goal yang sempat meredup akibat cedera, kini melejit lagi di saat usianya semakin menua. Hebatnya, hal itu tak membuatnya kehilangan sentuhan, khususnya buat mencetak gol-gol indah.

Membawa Sampdoria bersaing di enam besar klasemen sementara jadi justfikasi bahwa kelas seorang Quagliarella memang permanen. Siapa tahu, di pengujung musim nanti, I Blucerchiati sanggup dibawanya nangkring di zona Eropa untuk pertama kalinya dalam rentang tiga musim terakhir.

***

Oleh: Meido Aggriawan. Bisa disapa di @dsmap_

Leave a Reply

Your email address will not be published.