Mie Instan Lezat Pilihan AC Milan

Mie Instan Lezat Pilihan AC Milan

Mie Instan Lezat Pilihan AC Milan

radentv.com – Bursa transfer musim dingin di Serie A telah usai beberapa waktu lalu. Namun dari momen tersebut, tidak bisa dipungkiri jika keputusan AC Milan melepas Gonzalo Higuain ke Chelsea dan mendatangkan Krzystof Piatek dari Genoa sebagai pengganti amatlah tepat.

Bak sebungkus mie instan yang bisa diolah secara cepat tapi rasanya dapat menggoyang lidah seraya menghilangkan lapar di perut, Piatek adalah gambaran nyata dari menu yang satu ini.

Mengapa demikian? Sederhana saja karena Piatek bukanlah nama beken dan punya segudang pengalaman di pentas Serie A. Genoa baru merekrutnya pada musim panas silam dari Cracovia. Namun menjalani debutnya di kompetisi yang konon sangat berat bagi para striker ini, penampilan singkat Piatek justru memikat mata.

Dalam 21 partai yang dijalaninya bersama Genoa di ajang Serie A maupun Piala Italia, Piatek sukses menggelontorkan 19 gol. Bagi bocah ingusan seperti Piatek, pencapaian ini sungguh brilian. Maka tak perlu kaget jika namanya semakin diperhatikan oleh klub-klub kondang Eropa, termasuk Milan.

Milanisti tentu paham betul bagaimana I Rossoneri kehilangan sosok buas seperti Zlatan Ibrahimovic dan Alexandre Pato. Sepeninggal penyerang berpaspor Swedia dan Brasil itu, berulangkali Milan mendatangkan striker anyar tapi sedikit dari mereka yang berhasil mencetak banyak gol.

Luiz Adriano, Carlos Bacca, Mario Balotelli, Alessio Cerci, Fabio Borini, Higuain, Nikola Kalinic, Gianluca Lapadula, Alessandro Matri, Andre Silva hingga Fernando Torres bergantian menghiasi lini depan I Rossoneri.

Sayangnya, cuma Bacca dan Balotelli yang performanya agak memuaskan. Sementara nama-nama lain, bahkan sekelas Torres, tampil sangat memble selama mengenakan seragam merah-hitam.

Awalnya, keputusan manajemen Milan untuk melepas Higuain dan merekrut Piatek sempat dipandang sinis bahkan oleh Milanisti sendiri. Walau performanya tak mengilap, Higuain dinilai punya kualitas yang lebih paripurna. Akan tetapi kubu manajemen bersikukuh melanggengkan transfer tersebut. Seakan-akan, Milan merasa bahwa Piatek bukanlah pilihan yang salah.

Sebaliknya, keputusan Piatek buat menerima pinangan Milan juga mengundang tanya. Pasalnya, publik sadar betul jika tekanan sebagai penggawa I Rossoneri jauh lebih besar daripada memperkuat I Rossoblu. Terlebih, ini adalah musim debutnya di Negeri Spaghetti. Muncul ketakutan bahwa Piatek malah melempem akibat gagal keluar dari segala ekspektasi saat berbaju Milan.

Menyudahi ketidakberesan di lini depan, tak hanya untuk saat ini tapi juga masa depan, adalah tujuan utama I Rossoneri mencomot Piatek. Hal ini terbilang pantas sebab figur asli Polandia tersebut baru berumur 24 tahun.

Di sisi lain, tidak bagusnya penampilan Higuain disinyalir berkorelasi dengan rasa tak nyaman. Siapapun tahu jika kepindahan striker Argentina itu ke Stadion San Siro dari Juventus diakibatkan kedatangan Cristiano Ronaldo, bukan karena keinginan sang pemain.

Seiring waktu, keputusan Milan untuk memboyong Piatek terlihat sanga tepat. Alih-alih terbebani dengan berbagai harapan yang disematkan kepadanya, Piatek justru tampil ciamik.

Baca juga: Ronaldo, Dybala, dan Turbulensi di Tubuh Juventus

Sejak melakoni debut dengan kostum merah-hitam, Piatek memperlihatkan sesuatu yang Milanisti rindukan. Berturut-turut, AS Roma, Cagliari, dan Atalanta menjadi korbannya di Serie A sedangkan Napoli disudahi perjalanannya di Piala Italia. Praktis, hanya sekali ia gagal mengukir gol yakni saat berjumpa Napoli di giornata ke-21.

Total, pemuda kelahiran Dzierzoniow ini sudah mengepulkan 6 gol dari 5 pertandingan. Berdasarkan statistik, capaian itu bahkan lebih baik untuk seorang debutan ketimbang penggawa legendaris I Rossoneri asal Swedia di era 1940-an, Gunnar Nordhal.

Di titik ini, perjudian dari kedua belah pihak seolah menemui hasil yang diinginkan. Milan mendapat striker tajam untuk menghuni lini depan sementara Piatek berkesempatan buat membela klub dengan sejarah luar biasa serta tengah berupaya keras bangkit dari keterpurukan dengan dirinya sebagai salah satu porosnya.

“Piatek sudah melakukan hal yang luar biasa sejauh ini dan itu memuaskan kami. Apalagi dirinya bergabung di saat tim ini sedang berada dalam situasi kurang baik”, puji salah satu direktur Milan, Paolo Maldini, seperti dilansir football-italia.

Bersamaan dengan manisnya performa Piatek, Milan juga semakin rajin mengumpulkan angka. Sekarang, I Rossoneri duduk nyaman di peringkat empat klasemen sementara Serie A dan telah memastikan tempatnya di semifinal Piala Italia. Semuanya pun tampak makin cerah bagi kesebelasan yang berdiri tahun 1899 itu.

Diakui atau tidak, kehadiran Piatek dan gol-golnya sejauh ini telah melahirkan euforia di kalangan Milanisti. Banyak dari mereka yang mulai mengomparasikan Piatek dengan striker legendaris I Rossoneri asal Ukraina, Andriy Shevchenko. Berlebihan? Hanya Milanisti yang tahu.

Dari sekian orang mesin gol yang didatangkan, barangkali memang Piatek-lah yang ditakdirkan untuk menjadi bintang anyar Milan menuju era baru. Maka wajar bila semua orang akan terus menunggu aksi-aksinya bersama I Rossoneri.

Sanggupkah ‘sang mie instan lezat’ melanjutkan performa apiknya ini guna menyandingkan namanya dengan Shevchenko, Oliver Bierhoff sampai Filippo Inzaghi atau nasibnya justru bakal selaras dengan Adriano, Kalinic, dan Lapadula?

***

Oleh: Meido Anggriawan. Bisa disapa di @dsmap_

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *