Mimpi yang Masih Hidup

Mimpi yang Masih Hidup

Mimpi yang Masih Hidup

radentv.com – Bertandang ke Stadion Wanda Metropolitano (21/2) dalam leg I babak 16 besar Liga Champions 2018/2019, Juventus kudu mengakui ketangguhan sang tuan rumah, Atletico Madrid. Sepasang gol yang dibuat Jose Gimenez dan Diego Godin pada rentang 15 menit terakhir laga membuat suporter fanatik I Bianconeri kesal bukan main.

Siapapun tahu bahwa ketinggalan agregat dua gol adalah pekerjaan berat di momen sekrusial babak gugur Liga Champions. Butuh usaha super keras plus keajaiban hingga semuanya terbalikkan pada leg II.

Mungkin, cuma sedikit Juventini yang merasa kalau tim kesayangannya dapat melakukan itu di Turin. Bahkan ketika akun-akun media sosial klub kesayangan mereka menggemakan tanda pagar #GetReadyToComeback, keyakinan tersebut tak mencapai angka 100 persen di dada mereka. Kalaupun ada rasa optimis, hal itu tak melebihi perasaan realistis.

Disaksikan oleh mayoritas pendukungnya di Stadion Allianz dini hari tadi (13/3), usaha luar biasa plus keajaiban yang dinanti-nantikan Juventini menjadi kenyataan. Penampilan Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan jauh di atas ekspektasi.

Kendati tampil dengan skema dasar 4-3-3 yang serupa dengan pertemuan perdana, ada banyak perubahan yang dibuat Allegri pada laga ini. Selain berubahnya susunan pemain, seperti dimainkannya Federico Bernardeschi, Emre Can dan Leonardo Spinazzola sebagai starter menggantikan Rodrigo Bentancur dan Paulo Dybala yang mesti duduk terlebih dahulu di bangku cadangan serta Alex Sandro yang absen gara-gara suspensi, Juventus juga bermain lebih agresif ketimbang biasanya.

Allegri paham betul jika keunggulan agregat dua gol yang dikantongi Los Colchoneros bakal mendorong sang pelatih, Diego Simeone, untuk tampil dengan pakem defensif, lebih-lebih Atletico-nya Simeone memang kondang sebagai tim pengusung gaya bertahan, seraya mengandalkan serangan balik lewat pemain-pemain cepatnya seperti Antoine Griezmann, Koke, dan Thomas Lemar.

Agresivitas permainan I Bianconeri pada akhirnya memang sanggup memporak-porandakan kekokohan lini belakang Atletico. Semuanya tersaji dengan keberhasilan sang megabintang berharga 100 juta euro, Ronaldo, mengoyak jala Jan Oblak sebanyak tiga kali, masing-masing di menit 27’, 48’, dan 86’.

“Kami bermain sangat buruk di laga ini sementara Juventus superior di seluruh aspek. Mereka pantas lolos”, ungkap Griezmann seperti dilansir Sky Sports Italia.

Torehan itu sendiri melambungkan nama pria Portugal tersebut mengukuhkan namanya sebagai pencetak rekor di ajang Liga Champions. Mulai dari pendulang gol terbanyak sampai pengukir asis tertinggi sepanjang sejarah kompetisi antarklub Eropa nomor wahid itu. Hal ini pula yang memunculkan guyonan bahwa ajang tersebut tak ubahnya UEFA Cristiano League.

Meski Ronaldo punya andil masif dalam kelolosan Juventus ke babak perempatfinal, tapi sosok yang paling pantas beroleh pujian tinggi adalah Allegri. Sederhana saja, di momen yang menguras semua energi dan fokus itu, dirinya berhasil membuat I Bianconeri bermain fantastis dan sempurna. Sebuah hal yang acapkali dituntut oleh Juventini.

Pemilihan strategi yang tepat dari Allegri terbukti ampuh membungkam Los Colchoneros sekaligus membawa Juventus keluar dari lubang jarum. Alhasil, mimpi berumur nyaris tiga dekade yang I Bianconeri peram selama ini tetap hidup.

“Saya tak mau menyebut penampilan kami sebagai sesuatu yang sempurna. Satu hal yang pasti, kami berhasil menjaga konsentrasi di sepanjang laga dan itu sangat penting pada laga melawan Atletico. Ada banyak resiko yang terhampar di depan mata saya ketika mengambil pendekatan berbeda di pertandingan ini. Namun akhirnya itu membuahkan hasil dan kami berhak melaju ke fase berikutnya”, papar Allegri dalam konferensi pers seusai laga seperti disarikan oleh football-italia.

Juventini di manapun berada tentu takkan bosan menyaksikan cuplikan laga melawan Atletico dini hari tadi, baik di televisi ataupun situs berbagi video. Pendukung kesebelasan manapun juga akan melakukan hal serupa tatkala tim kesayangan mereka menciptakan sesuatu yang luar biasa.

Walau begitu, mereka tak boleh bereuforia secara berlebihan karena kemenangan tersebut belum memastikan titel Liga Champions jatuh ke pelukan Ronaldo dan kawan-kawan. Ya, Juventus hanya mendekatkan dirinya mereka saja ke trofi Si Kuping Besar.

Mengingat undian babak perempatfinal Liga Champions 2018/2019 bakal digulirkan pada hari Jumat besok (15/3), Juventus sudah harus mempersiapkan segalanya dengan lebih baik lagi sebab lawan yang tak kalah tangguh dari Atletico, telah menunggu.

#FinoAllaFine

***

Oleh: Budi Windekind. Bisa disapa di @Windekind_Budi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *