Rekonsiliasi Icardi-Spalletti

Rekonsiliasi Icardi dan Spalleti

Rekonsiliasi Icardi dan Spalletti

radentv.com – Usai absen selama kurang lebih 109 hari karena ‘cedera’ dan berbagai kisah kontroversi lain, Mauro Icardi akhirnya merumput lagi dengan seragam Internazionale Milano kala bertemu Genoa dalam lanjutan giornata ke-30 Serie A 2018/2019 lalu (4/4).

Kembalinya Icardi rupanya ikut mengatrol performa La Beneamata yang unggul telak 4-0 sekaligus menyudahi catatan negatif satu windu tanpa kemenangan dari markas I Rossoblu. Dirinya pun menyumbangkan masing-masing satu gol dan asis di laga tersebut.

Sayang, performa apiknya itu gagal diteruskan Icardi saat Inter menjamu Atalanta di giornata ke-31. Bermain di Stadion Giuseppe Meazza yang dipadati mayoritas Interisti, anak asuh Luciano Spalletti diimbangi sang tamu dengan skor kacamata.

Namun masih absennya Lautaro Martinez gara-gara cedera saat membela tim nasional Argentina, membuat Spalletti tetap memainkan Icardi pada laga kontra Frosinone akhir pekan kemarin (15/4).

Seperti pertandingan melawan Atalanta, rekening gol Icardi lagi-lagi macet di hadapan Marco Sportiello, penjaga gawang Frosinone. Walau demikian, suami Wanda Nara tersebut masih sanggup mencatatkan sebiji asis buat gol yang diukir Matias Vecino pada menit ke-93.

Sebuah bukti kalau Icardi punya kontribusi positif bagi Inter di dalam lapangan kendati di luar lapangan, dirinya acap mendatangkan berbagai masalah sehingga dibenci oleh Interisti, khususnya ultras Curva Nord.

Hal menarik dari Icardi pada pertandingan melawan Frosinone tak berhenti sampai di situ. Sebelumnya, ia pun menyita atensi publik karena mengalah kepada Ivan Perisic ketika La Beneamata mendapat hadiah tendangan penalti setelah Milan Skriniar dijatuhkan pemain salah seorang penggawa I Canarini di area terlarang.

Padahal selama ini Icardi merupakan algojo utama Inter setiap kali mendapat tendangan penalti. Namun absensinya selama beberapa pekan terakhir, memaksa Icardi untuk menerima kenyataan jika ia, mungkin, bukan eksekutor utama penalti lagi.

“Ban kapten bisa saja dicopot dari lengannya. Pun begitu dengan status algojo penalti yang didapat Inter. Namun satu hal yang pasti, Icardi selalu bahagia kala beraksi di atas lapangan seragam biru-hitam”, papar Wanda yang juga agen Icardi seperti penuturannya kepada Tiki Taka.

Aksi-aksi yang dipertontonkan Icardi dalam tiga giornata pamungkas, mungkin tetap sepele di mata sebagian Interisti yang kadung membencinya. Akan tetapi hal tersebut sangat bermakna untuk perjalanan Inter di sisa musim 2018/2019.

Pasca rontok dari ajang Piala Italia dan Liga Europa, Serie A jadi satu-satunya kompetisi yang bisa diperjuangkan La Beneamata. Bukan menjadi juara tentunya karena trofi Scudetto hampir pasti jatuh lagi ke pelukan Juventus, tapi buat finis di empat besar guna lolos otomatis ke Liga Champions musim mendatang.

Dengan kembalinya Icardi ke dalam skuat, setidaknya Spalletti punya opsi tambahan buat mengisi lini serang sekaligus memperkaya variasi permainan yang diusungnya. Terlebih, Icardi juga sudah memperlihatkan kepada seluruh pihak apabila dirinya juga mampu terlibat lebih banyak dalam permainan. Tak sekadar menunggu servis ciamik rekan-rekannya di kotak penalti lawan.

LINK STREAMING INTER MILAN vs AS ROMA DISINI!

Di sisi lain, runcingnya hubungan Icardi dan Spalletti tampak semakin membaik akhir-akhir ini. Ego yang kemarin sempat memuncak dari masing-masing pihak, kini mulai cair dan dingin. Rekonsiliasi yang diharapkan publik mulai menampakkan wujudnya.

Di tengah ketegangan plus tekanan buat mengantongi tiket lolos ke Liga Champions, situasi tenang di tubuh tim sungguh dibutuhkan. Terlebih, dalam rentang lima pekan ke depan, Inter yang kini duduk di posisi tiga klasemen sementara berbekal 60 poin masih harus bersua tiga tim tangguh yakni AS Roma, Juventus, dan Napoli. Kehilangan angka dari trio di atas tentu mengancam peluang La Beneamata untuk lolos otomatis ke Liga Champions.

Makin bagusnya relasi Icardi dan Spalletti, memudahkan Inter buat mencurahkan segenap konsentrasinya pada hal-hal yang berkaitan dengan sepakbola sehingga target yang mereka usung sedari awal kompetisi dapat dicapai.

Setidaknya, Inter tak perlu lagi menghabiskan energinya untuk berpikir tentang perpanjangan kontrak, kenaikan nominal gaji, kasus perseteruan dengan rekan setim dan tifosi fanatik La Beneamata, sampai beraneka gosip murahan lain yang dihembuskan media.

***

Oleh: Budi Windekind. Bisa disapa di @Windekind_Budi