Krzystof Piatek dan Masa Depan AC Milan

Krzystof Piatek dan Masa Depan AC Milan

Krzystof Piatek dan Masa Depan AC Milan

radentv.com – Didatangkan pada jendela transfer musim panas yang lalu dengan status pinjaman, karier Gonzalo Higuain bareng AC Milan sepertinya cuma seumur jagung. Selama beberapa hari terakhir, pria Argentina itu dikabarkan ingin pergi dari Stadion San Siro untuk bergabung ke Chelsea, juga lewat skema pinjaman, guna bereuni dengan bekas pelatihnya di Napoli, Maurizio Sarri.

Walau masih bertengger di papan atas Liga Primer Inggris, Chelsea memang punya masalah pelik di sektor depan. Duo striker kepunyaan mereka, Olivier Giroud dan Alvaro Morata, jauh dari kata garang sehingga sulit diandalkan sebagai pendulang gol utama tim. Problem inilah yang coba dituntaskan Sarri dengan merekrut Higuain.

Besarnya kemungkinan Higuain hijrah ke Stadion Stamford Bridge juga memaksa Milan untuk berburu penyerang anyar di bursa transfer musim dingin kali ini. Kubu I Rossoneri sadar betul kalau mereka tak bisa mengandalkan Fabio Borini dan Patrick Cutrone saja sebagai penyerang tengah buat mengarungi sisa musim ini.

Dari sekian nama yang masuk ke dalam daftar incaran, juru gedor Genoa, Krzystof Piatek, adalah buruan nomor satu I Rossoneri. Terlebih, relasi kedua kesebelasan memang terkenal mesra.

Dan seperti dilansir Sky Sports Italia, Milan dikabarkan telah setuju menggelontorkan duit sebesar 35 juta euro plus bonus dan Alen Halilovic demi mengamankan tenaga striker berusia 23 tahun tersebut. Klausul itu sendiri bikin harga jual Piatek turun dari nominal yang dipatok I Grifone sebelumnya, 40 juta euro.

Live Streaming Genoa vs AC Milan Malam Ini!

Sejak dipinang Genoa dari Cracovia pada musim panas lalu via mahar senilai 4,5 juta euro, penampilan Piatek memang sangat aduhai. Alih-alih kesulitan beradaptasi dengan iklim Serie A, dirinya justru menarik atensi lewat gelontoran gol dari kepala dan kakinya.

Hingga Serie A 2018/2019 menyelesaikan 19 giornata, Piatek sudah mengepak 13 gol. Jumlah tersebut hanya kalah sebutir dari catatan sang capocanonniere sementara, Cristiano Ronaldo. Sebuah hal yang impresif, bukan? Gara-gara aksi ciamiknya itu, Piatek sering dirumorkan jadi incaran tim-tim mapan Eropa semisal Barcelona dan Real Madrid.

Kapasitas Piatek sebagai pesepakbola, khususnya sebagai penyerang, memang diakui oleh banyak orang. Salah satu di antara mereka adalah ahli strategi Genoa saat ini, Cesare Prandelli.

“Piatek adalah pemain yang tak pernah ada di klub-klub besutanku sebelumnya. Ia merupakan striker berkemampuan paling lengkap yang pernah aku tangani”, puji Prandelli seperti dikutip dari Marca.

Dengan asumsi Piatek sudah berbaju merah-hitam per pekan depan, maka ada satu hal yang pastinya dinanti-nanti Milanisti maupun penggemar Serie A. Apalagi kalau bukan kolaborasi menjanjikan dari Piatek dan Cutrone di sektor depan I Rossoneri.

Alih-alih memaksimalkan salah satu dari keduanya, Gennaro Gattuso yang duduk sebagai pelatih Milan wajib menemukan pola terbaik untuk memaksimalkan kemampuan dua striker muda tersebut agar lini serang klub yang berdiri tahun 1899 itu lebih tajam. Sejauh ini, koleksi 26 gol yang sukses dibukukan Milan jadi torehan paling rendah di antara penghuni 8 besar classifica. Ideal? Tentu saja belum.

Lebih dari itu, pilihan Milan dengan merekrut Piatek, andai telah mendapat tanda tangan sang pemain secara resmi, merupakan cara mereka untuk mempersiapkan masa depan yang lebih baik.

Siapapun tahu, selepas era Zlatan Ibrahimovic dan Alexandre Pato, Milan tak punya mesin gol hebat. Nama-nama beken layaknya Luiz Adriano, Carlos Bacca, Antonio Cassano, Mattia Destro, Nikola Kalinic, Gianluca Lapadula, M’Baye Niang, Giampaolo Pazzini, Andre Silva, dan Fernando Torres dicomot, namun status mereka hanyalah ‘legenda hidup’ yang enggan dikenang Milanisti.

Kehadiran Piatek, setidaknya bisa meletupkan asa bahwa lini depan I Rossoneri akan kembali bertaji seperti era Ibrahimovic dan Pato dahulu sekaligus membawa Milan keluar dari terowongan gelap yang bikin mereka tertatih-tatih dalam kurun lima musim pamungkas.

Bahkan tidak menutup kemungkinan jika beroleh penanganan yang tepat, duo Piatek dan Cutrone bisa bertransformasi seperti tandem legendaris Filippo Inzaghi dan Andriy Shevchenko yang menghadiahi Milan dengan beraneka trofi juara sepanjang era 2000-an silam.

***

Oleh: Budi Windekind. Bisa disapa di @Budi_Windekind

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *