Soliditas Cedric Soares

Soliditas Cedric Soares

Soliditas Cedric Soares

radentv.com – Setelah adem ayem selama kurang lebih tiga pekan pasca dibukanya bursa transfer musim dingin, pergerakan nyata akhirnya dibuat Internazionale Milano. Seperti dirilis beberapa media kenamaan Italia, mereka sepakat untuk mendatangkan fullback asal Portugal kepunyaan Southampton, Cedric Soares, via status pinjaman berdurasi setengah musim.

Menurut salah satu jurnalis terpercaya, Gianluca Di Marzio, transfer ini bikin La Beneamata mengeluarkan duit sebesar 500 ribu euro dan mengantongi klausul tebus senilai 11 juta euro di pengujung musim kompetisi 2018/2019.
Bagi Interisti, perekrutan Cedric tentu memunculkan sejumlah tanya. Pasalnya, area bermain dari sosok berusia 27 tahun ini sama dengan Kwadwo Asamoah, Dalbert Henrique, Danilo D’Ambrosio, dan Sime Vrsaljko.

Namun seringnya figur yang disebut terakhir menepi dari lapangan akibat cedera, jadi alasan utama La Beneamata memburu tanda tangan Cedric. Sejak didatangkan dari Atletico Madrid pada bursa transfer musim panas lalu juga dengan status pinjaman, Vrsaljko baru merumput sebanyak 13 kali di seluruh ajang.

Padahal, bek kanan berambut ikal yang tampil memesona bareng tim nasional Kroasia di Piala Dunia 2018 itu diproyeksikan Inter sebagai pengganti sepadan buat Joao Cancelo yang gagal dipermanenkan dan kemudian dicomot Juventus. Hingga saat ini pun, kondisi kebugaran Vrsaljko masih jauh dari kata ideal dan terus dipantau oleh tim medis La Beneamata.

Situasi tersebut jelas memusingkan kepala sang pelatih, Luciano Spalletti, yang butuh kedalaman skuat guna mengarungi tiga kompetisi sekaligus di musim ini. Maka perekrutan Cedric tak perlu ditanyakan lagi urgensinya.

Lahir di Singen, Jerman, Cedric yang berasal dari keluarga imigran pulang kampung ke Portugal saat berusia 2 tahun dan mengejar karier profesional di kancah sepakbola dengan bergabung ke akademi sepakbola Sporting Lisbon. Salah satu klub terkuat di Portugal ini sendiri kondang sebagai tempat Luis Figo dan Cristiano Ronaldo muda menimba ilmu sebelum menjadi bintang sepakbola di kemudian hari.

Bareng Os Leoes, plus masa peminjaman di Academica Coimbra selama satu musim, mengasah kemampuan Cedric dengan paripurna. Dirinya dianggap sebagai salah satu fullback modern yang tangguh saat bertahan tapi juga lihai dalam membantu fase menyerang. Bangun tubuh prima, ketenangan, inteligensia dalam bermain serta teknik olah bola mumpuni jadi nilai plus Cedric.

LIVE STREAMING TORINO VS INTER MILAN DISINI!

Presensinya di sisi sayap memberi dimensi berbeda bagi permainan timnya. Saat menyerang, Cedric bisa menjadi penyedia umpan-umpan silang matang dan akurat. Apalagi dirinya memiliki dua kaki yang sama-sama hidup sehingga tak kaku dalam bergerak, termasuk mengelabui lawan supaya mudah mengirim umpan.

Tak berhenti sampai di situ, keserbabisaan Cedric juga memberi keleluasaan bagi para pelatih untuk memaksimalkan tenaganya. Selain mengisi pos fullback, di sejumlah momen Cedric juga bisa didorong sedikit lebih ke depan sebagai gelandang sayap, baik di sisi kanan maupun kiri.

Kendati begitu, masih ada hal yang kudu dibenahi Cedric. Tatkala naik ke depan buat menyerang, dirinya sering telat menutup ruang yang ditinggalkannya sehingga lawan bisa dengan gampangnya memanfaatkan celah tersebut untuk mencetak gol.

Aksi-aksi manis bersama Sporting lantas menarik atensi pelatih tim nasional Portugal, Fernando Santos, buat memberdayakannya. Per tahun 2014 silam, Cedric pun mulai jadi langganan Seleccao das Quinas dan tampil di Piala Eropa 2016 serta Piala Dunia 2018. Bahkan di turnamen mayor yang disebut pertama, Cedric sukses mengantar Portugal menjadi kampiun. Secara keseluruhan, ia telah mengantongi 33 caps dan 1 gol di timnas.

Konsistensi penampilan Cedric pula yang memukau kubu Southampton buat membelinya dari Sporting jelang bergulirnya musim 2015/2016 lalu. Mahar senilai 4,7 juta paun mesti digelontorkan oleh klub dari pesisir selatan Inggris tersebut.

Walau iklim sepakbola Negeri Ratu Elizabeth berbeda dengan Portugal, Cedric tak kesulitan beradaptasi. Di bawah arahan Ronald Koeman, Claude Puel, Mauricio Pellegrino, dan Mark Hughes, ia paten mengisi pos bek kanan The Saints. Khusus di musim 2016/2017, Cedric sempat membawa Southampton ke laga puncak Piala EFL sebelum dikandaskan Manchester United via kedudukan akhir 2-3.

Akan tetapi kedatangan Ralph Hasenhüttl bulan Desember 2018 kemarin sebagai nakhoda anyar The Saints tampaknya mengusik kenyamanan Cedric di Stadion St Mary’s. Peluang inilah yang ditangkap Inter sampai akhirnya merayu sang pemain guna berlabuh di Stadion Giuseppe Meazza.

“Saya gembira bisa bergabung dengan Inter”, ungkap Cedric seperti dikutip dari calciomercato usai menjalani tes medis.

Interisti pasti berharap kalau adaptasi Cedric dengan Serie A bisa dilakukannya dengan mudah seperti di Inggris dahulu. Terlebih, di skuat La Beneamata juga bercokol kompatriotnya di timnas, Joao Mario. Relasi apik keduanya tentu dapat mempermudah penyesuaian diri Cedric guna membuktikan kapasitasnya sebagai fullback solid yang dibutuhkan Inter.

***

Oleh: Budi Windekind. Bisa disapa di @Windekind_Budi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *